Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sopir Grab Dibegal di Gianyar Bali, Pelakunya Tiga Pemuda Buruh Proyek, Diduga dalam Pengaruh Obat-obatan

Marsellus Nabunome Pampur • Jumat, 5 Januari 2024 | 00:40 WIB
Dua remaja Terduga Pelaku begal sopir grab digiring di Polres Gianyar. Salah satu pelaku utama belum bisa dimintai keterangan karena diduga dalam pengaruh obat-obatan.
Dua remaja Terduga Pelaku begal sopir grab digiring di Polres Gianyar. Salah satu pelaku utama belum bisa dimintai keterangan karena diduga dalam pengaruh obat-obatan.

GIANYAR- Tiga orang pemuda nyaris babak-belur diamuk masa di depan pasar malam Sindu, desa adat Sayan, Banjar Sindu, Ubud Gianyar.

Tiga pria itu diduga telah melakukan upaya pembegalan terhadap seorang sopir taksi online bernama I Kadek Pertama, 31, asal desa Songan, Kintamani Bangli. Peristiwa itu terjadi lada Rabu (3/1) sekitar pukul 21.30 Wita.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP M.Ganantaka ditemui di Polres Gianyar, Kamis (4/1) mengatakan, tiga pelaku merupakan buruh proyek di Banjar Tunon, Singakerta, Ubud, Gianyar. Mereka bernama Wisnu Agung, 24, bersama dua remaja di bawah umur berinisial MA, 17, dan AD, 15. Ketiganya berasal dari Jember, Jawa Timur.

Dalam aksinya, ketiga pelaku berpura-pura memesan taksi online. Mereka dijemput di depan pasar Sindu dengan titik tujuan di sebuah villa gang Cendana, Singakerta, Ubud. 

"Awalnya korban sopir Grab mendapat pesanan dari penumpang. Sopir menjemput di titik penjemputan. Masuklah tiga laki-laki. Yang satu dewasa dan dua lagi anak-anak," katanya.  

Saat naik ke dalam mobil, pelaku Wisnu Agung langsung memiting leher sopir dari belakang dan memukul korban pada pelipis. Dia menyuruh sang sopir untuk tetap menyetir.

Saat itu, korban yang ketakutan langsung membuka pintu mobil dan melompat keluar. Sementara mobil masih dalam keadaan hidup, sehingga mobil berjalan sendiri menabrak tiang papan nama Babi Guling Seken yang ada di Selatan Pasar Sindu, Desa Sayan. Selanjutnya korban I Kadek Pertama berteriak minta tolong. 

Mendengar teriakan minta tolong korban, warga sekitar mendatangi mobil. Sementara tiga orang itu terjebak tak bisa kelaur. Beruntung pihak kepolisian tiba di lokasi sebelum para pelaku diamuk masa. Sementara itu, kepada polisi, dua orang terduga pelaku, MA dan AD mengatakan, bahwa keduanya tak terlibat dalam aksi tersebut.

Awalnya sekitar pukul 18.00 WITA, mereka datang dari bedengan proyek menuju pasar malam. Mereka berangkat masing-masing. 

Sekitar pukul 20.50 WITA, dua remaja itu bertemu dengan pelaku Wisnu Agung di depan jalan pasar malam. Lalu pelaku Wisnu Agung, mengajak MA dan AD pulang ke bedeng proyek dengan cara naik mobil Grab. Alasannya agar cepat sampai di tujuan. Tanpa menaruh curiga, dua remaja itu menuruti ajakan itu dan masuk ke dalam mobil bersama Wisnu Agung. 

Di dalam mobil, tiba-tiba saja Wisnu Agung mencekik leher sopir dari belakang dan memukul pelipis korban. Dua remaja itu pun mengaku kebingungan atas aksi Wisnu Agung. Terkait pengakuan keduanya, AKP M Ganantaka mengku jika Polres Gianyar masih mendalami keterangan tersebut.  

Namun sementara itu, pelaku Wisnu Agung belum bisa dimintai keterangan. Hal itu dikarenakan pelaku Wisnu Agung masih di bawah pengaruh obat-obatan terlarang. Bahkan kuat dugaan, saat kejadian itu, Wisnu Agung masih di bawah pengaruh obat-obatan tersebut. "Pelaku ini belum bisa kami mintai keterangan. Masih di bawah pengaruh obat," pungkasnya.  

Sementara itu, selain meminta keterangan korban dan menahan tiga terduga pelaku, Polres Gianyar juga mengamankan mobil korban, jenis Avanza warna putih dengan nomor polisi DK 1655 KU. ***

Editor : Donny Tabelak
#begal #polres gianyar #grab #taksi online