RadarBuleleng.id – Selokan di desa ini terbilang unik. Biasanya selokan di tempat lain hanya terdapat aliran air keruh. Namun di desa ini airnya jernih.
Bukan hanya air yang jernih, di selokan itu juga terdapat ikan hias. Bukan kaleng-kaleng, ikan yang ada di sana adalah ikan koi.
Selokan itu terletak di Banjar Bangunliman, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
Ratusan ekor ikan hias berbagai warna tampak berenang melawan aliran sungai. Ada pula ikan mujair dan nila yang ditebar.
ide unik ini datang dari Sekaa Teruna Asti Mandala. Pada tahun 2010 silam, para anak muda itu menginisiasi untuk menghiasi selokan itu menjadi taman.
Di sekitaran selokan ditanami beberapa jenis tanaman bunga. Lalu selokannya juga diisi dengan ikan jenis koi yang saat itu masih seukuran jari.
Selokan yang awalnya berisi air keruh dan tak jarang dilewati tumpukan sampah itu akhirnya disulap menjadi estetik.
"Ini berkat inisiatif dari sekaa teruna membersihkan selokan," ungkap Kepala Kewilayahan Banjar Bangunliman, I Wayan Arisona, Kamis (11/1/2024).
Untuk membersihkan aliran selokan dari sampah, sekaa truna memasang jaring sampah di beberapa titik.
Sejak saat itu, kondisi aliran sungai di selokan itu terus dijaga. Lambat laun, hingga saat ini taman yang diberi nama Taman Koi itu terus ditata dan dikembangkan.
Terbaru, taman sekitar selokan itu juga ditanami beberapa pohon perindang.
Penataan ini kata Wayan Arisona didukung dari dana bagi hasil pajak APBDes Buruan serta masyarakat sekitar.
Selokan ini terus dijaga keasriannya oleh warga sekitar. Mereka merasa wajib turut menjaga demi keasrian lingkungan.
Apalagi dengan tumbuhnya pohon perindang, warga bisa menjadikannya tempat berteduh atau sekadar bersantai.
Selain itu, di lokasi tersebut juga terdapat bangunan pondok menyerupai poskamling yang biasa dipakai untuk tempat nongkrong warga.
Warga juga ikut gotong royong memberikan pakan untuk ikan-ikan yang ada di selokan tersebut.
“Ikan dulu berasal dari warga setempat. Mulanya mujair, ditebar oleh sekaa teruna. tahun 2015 atau 2016 ada pemuda menebar bibit mujair nila. Booming ikan koi tambah lagi beli bibit koi. Ada juga koi sumbangan,” demikian Arisona. (*)
Editor : Eka Prasetya