radarbuleleng.id-Korban tersambar petir yang menjalani rawat inap di RSU Negara sudah mulai membaik. Sehingga dua orang korban akan dipulangkan dan menjalani rawat jalan.
Korban tersambar petir yang menjalani rawat inap mengalami syok neurogenik, tensi menurun dan kesemutan pada badan.
Bahkan salah satu pasien yang menjalani rawat inap di RSU Negara sudah bisa berkomunikasi dan menggerakkan badan setelah sebelumnya mengaku kesemutan seluruh badan.
Dokter yang menangani dua pasien yang menjalani rawat inap tesebut mengatakan secara umum kondisi dua pasien sudah mulai membaik.
Dengan kondisi yang semakin membaik, dua pasien yang saat ini dalam kondisi baik boleh rawat jalan mulai besok (30/1).
"Saat ini pasien sudah beraktivitas normal, keluhan kesemutan dan nyeri sudah sangat minim. Sehingga besok sudah bisa kita pulangkan," ungkap dokter RSU Negara I Made Sukarya.
Sebelumya, dua pasien ini mengalami trauma, syok neurogenik, tensi menurun dan kesemutan pada badan. Dari evaluasi jantung kodisi jantung membaik.
Dari evaluasi kemarin, sudah minimal sekali keluhan dari dua pasien.
Mengenai pasien yang dirujuk ke RSU Tabanan, saat dibawa ke IGD RSU Negara kondisinya mengalami cedera kepala sedang serta ada luka robek pada kepalanya.
Kemudian dirujuk karena di RSU Negara belum memiliki fasilitas yang memadai untuk kondisi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, petir menyambar 12 orang buruh panen semangka Banjar Delod Pangkung, Desa Budeng, Sabtu (27/1).
Satu orang tewas dari peristiwa tersebut, tiga orang luka berat menjalani rawat inap dan delapan orang luka ringan langsung pulang untuk dirawat jalan. ***
Editor : Donny Tabelak