Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sambut Tahun Baru Imlek 2575, Patung Dewa di Klenteng Ling Gwan Kiong Dibersihkan

Francelino Junior • Minggu, 4 Februari 2024 | 02:20 WIB
Bersih-bersih patung dewa di Klenteng Ling Gwan Kiong yang berada di Kawasan Eks Pelabuhan Buleleng. Kegiatan ini serangkaian Imlek 2575.
Bersih-bersih patung dewa di Klenteng Ling Gwan Kiong yang berada di Kawasan Eks Pelabuhan Buleleng. Kegiatan ini serangkaian Imlek 2575.

SINGARAJA-Menjelang Imlek 2024 atau Tahun Baru Imlek 2575, selalu diawali dengan serangkaian kegiatan ataupun tradisi yang berkaitan.

Seperti yang dilakukan di Klenteng Ling Gwan Kiong yang berada di Kawasan Eks Pelabuhan Buleleng pada Sabtu (3/2) pagi.

Sejumlah umat Konghucu melakukan bersih-bersih patung dewa di tempat ibadah yang telah berdiri sejak tahun 1800-an itu. Tak hanya patung, ornamen, altar, dan benda-benda sakral yang ada di klenteng tersebut juga dibersihkan bersamaan.

Meskipun dalam kondisi hujan lebat, tak menyurutkan niat dan ketulusan umat Konghucu membersihkan patung dewa dan dewi serta ornamen di sana.

Mereka bahu membahu mengeluarkan patung dan menempatkan dengan layak, lalu membersihkannya. Begitu juga dengan tempat patung itu diletakkan serta ornamen yang ada.

“Setelah persembahyangan mengantar dewa-dewi naik ke kayangan yang dilaksanakan kemarin (Jumat), patung yang berstana di kelenteng ini kita bersihkan. Cara membersihkan tiap kelenteng bisa berbeda, tetapi pada intinya membersihkan,” jelas Gunadi Yetial, Humas Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong ditemui pada Sabtu (3/2) pagi.

Gunadi menjelaskan, pengertian pembersihan yang sebenarnya adalah membersihkan diri sendiri, membersihkan pikiran, hingga lubuk hati. Tentu ini untuk menyambut tahun Naga Kayu, supaya umat bisa berbuat lebih baik.

“Mungkin ada orang yang kurang mengerti, kok dewa-dewi dibersihkan? Bukan itu maksudnya, tetapi membersihkan diri dan wajib bersihkan lingkungan kita. Itu maknanya, patung itu kan lambang,” sambungnya lagi menjelaskan.

Meski secara cerita legenda bahwa dewa-dewi sudah naik ke kayangan, tetapi bukan berarti tidak ada dewa-dewi di klenteng ini. Gunadi menjelaskan, sejatinya yang disembah merupakan Tuhan Yang Maha Esa melalui lubuk hati.

“Jadi kalau ada yang tanya, saat dewa-dewi naik ke kayangan kan kosong tidak ada dewa-dewi? Bukan begitu pengertiannya, mereka tetap ada bersama kita melalui lubuk hati. Karena kita sembahyang untuk Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Sekadar informasi, rangkaian kegiatan Imlek 2024 sudah dimulai sejak tanggal 25 Januari dengan sembahyang bersama. Kemudian tanggal 2 Februari dilanjutkan dengan sembahyang mengantar dewa naik atau song shen.

Sedangkan untuk tanggal 9 Februari akan ada sembahyang tutup tahun dan sembahyang menyambut tahun baru Imlek 2575/2024. Rangkaian Imlek 2024 akan berakhir pada tanggal 24 Februari dengan sembahyang cap go meh atau yuan xiao jie.***

Editor : Donny Tabelak
#Tahun Baru Imlek 2024 #umat konghuchu #klenteng #imlek