Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Astungkara, Tak Ada Korban Jiwa dari Peristiwa Rumah Ambruk saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Muhammad Basir • Jumat, 9 Februari 2024 | 23:02 WIB
Rumah yang ambruk karena angin dan hujan deras di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Bali.
Rumah yang ambruk karena angin dan hujan deras di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Bali.

radarbuleleng.id- Rumah semi permanen di Desa Cupel, Kecamatan Negara, ambruk saat hujan deras dan angin kencang, Rabu (7/2) malam lalu.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Pemilik rumah juga sudah mendapat bantuan kebutuhan pokok dari Badan Penanggungan Bencana (BPBD) Jembrana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jembrana I Nyoman Winata menjelaskan, peristiwa ambruknya rumah tersebut terjadi pada Rabu malam saat terjadi hujan dan angin. Namun laporkan kejadian baru BPBD Jembrana, Jumat (9/2) pagi.

"Saat kami mendapat laporan, langsung ke lokasi melakukan pengecekan dan assessment," jelasnya.

Dijelaskan, rumah semi permanen ambruk pada Rabu malam, karena hujan deras dan angin kencang yang terjadi.

"Kondisi rumah tidak rapuh pada kayu-kayunya. Karena memang sepi permanen, mudah ambruk saat hujan deras dan angin yang kencang" jelasnya.

Rumah berukuran 9 x6 meter milik Ismu Qirom, 33, yang ambruk terdiri satu kamar tidur dan satu dapur. Pada saat kejadian beruntung rumah dalam keadaan kosong sehingga nihil korban. Namun peralatan rumah tangga dan dapur tertimpa reruntuhan rumah.

"Tidak ada korban, saat kejadian pemilik rumah sedang keluar," ujarnya.

Korban yang saat ini menumpang di rumah kerabatnya, diberikan bantuan BPD Jembrana berupa pemenuhan kebutuhan dasar berupa paket sembako, peralatan kebersihan rumah tangga dan peralatan dapur.

Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada pemilik rumah dan perangkat desa untuk mengajukan proposal permohonan perbaikan rumah.

"Kami juga akan koordinasikan dengan pemerintah kabupaten untuk bantuan bedah rumah," ujarnya.

Winata menambahkan, pada saat musimk hujan dan disertai angin ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati karena berpotensi besar bencana.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada pohon yang berpotensi tumbang agar segera dilakukan mitigasi. Terutama yang ada di jalan umum atau fasilitas umum.

Mengenai pohon perindang jalan, masyarakat juga diminta ikut menjaga pohon perindang jalan. Bukan sebaliknya melakukan tindakan, misalnya sengaja mematikan pohon perindang dengan sengaja membakar batang pohon.

"Kalau ada masyarakat yang melihat warga membakar pohon perindang, segera cegah atau laporkan pada pihak berwajib," terangnya.

Upaya mematikan pohon perindang jalan dengan cara membakar, membahayakan bagi warga sekitar dan merugikan masyarakat. Seperti pohon perindang jalan Denpasar - Gilimanuk di Desa Kaliakah yang tumbang karena bagian batang terbakar.

"Entah ada yang sengaja membakar agar mati, kami tidak tahu. Masyakarat terdekat harus menjaga, karena apabila pohon tumbang yang dirugikan warga sekitarnya," terangnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#BPBD Jembrana #rumah ambruk #hujan deras #angin kencang