radarbuleleng.id- Tahun Baru Imlek 2565 dirayakan oleh umat Konghucu pada Sabtu (10/2). Seperti yang terlihat di Vihara Amurva Bhumi, Sukawati, Gianyar sendiri, umat Konghucu datang untuk bersembahyang.
Vihara yang terletak di pinggir sungai Tukad Petanu ini sendiri menjadi salah aatu vihara tertua di Gianyar.
Sebelumnya di atas vihara ini juga terdapat jembatan gantung tua peninggalan Belanda. Namun kini, karena sudah lapuk termakan usia, jembatan itu telah dibongkar.
Dengan hilangnya jembatan ini justru memberikan nuansa berbeda pada perayaan Imlek kali ini.
Hal itu disampaikan oleh Tjwa Sin Liang selaku juru kunci vihara Amurva Bhumi. Dia menjelaskan, seperti ada yang kurang dalam perayaan Imlek kali ini.
Hal itu seiring hilangnya jembatan gantung tua yang melintang di atas vihara tersebut. Dia mengatakan seolah kharismanya seperti ada yang kurang.
"Dulu saat masih ada jembatan gantung, seperti ada rasa merinding kalau turun ke vihara. Sekarang ini seperti biasa saja," katanya.
Namun, kendati ada yang kurang, hilangnya jembatan gantung peninggalan penjajahan kolonial itu juga memberikan kelegaan tersendiri bagi penjaga vihara maupun umat.
Pasalnya, saat jembatan itu masih melintang di atasnya, umat selalu merasa waswas lantaran takut jembatan sewaktu-waktu ambruk menimpa vihara.
Apalagi kondisi terakhir, jembatan itu sempat miring dan tali selingnya putus. Sehingga pemerintah memutuskan untuk membongkarnya.
Sementara itu, meski jembatan gantung tersebut sudah tak ada lagi, umat seluruh Bali masih mendatang Vihara Amurva Bhumi untuk melakukan persembahyangan di Imlek tahun ini.
Bahkan tak hanya dari seluruh Bali, umat yang datang juga dari beberapa daerah seluruh Indonesia.
Tjwa Sin Liang melanjutkan, orang-orang dari luar Bali itu juga biasanya mengunjungi beberapa vihara yang ada di Bali. ***
Editor : Donny Tabelak