Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pariwisata Berkembang Pesat, Bali Selatan Terancam Krisis Air Bersih

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Jumat, 23 Februari 2024 | 23:53 WIB

 

Illustrasi krisis air
Illustrasi krisis air

RadarBuleleng.id - Ketersediaan air bersih mulai jadi masalah serius di Bali. Perkembangan pariwisata yang semakin pesat, membuat Bali Selatan terancam krisis air bersih.

Kondisi itu telah terlihat di wilayah Badung Selatan. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangutama kini kewalahan menyuplai air bersih.

Permintaan permintaan air bersih kini disebut meningkat di kawasan pariwisata.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa mengungkapkan, perusahaan sebenarnya telah menambah sumber sumur pompa.

Sebagai perbandingan saja pada tahun 2019 ada 8 unit sumur pompa. Pada tahun 2023, bertambah menjadi 10 unit sumur pompa.

“Kalau dulu sudah aman, sekarang masih ada keluhan. Artinya pertumbuhan begitu pesat di wilayah selatan," kata Suyasa, Jumat (23/2/2024).

Kondisi itu makin diperparah dengan berkurangnya debit air sumur dalam.

Contohnya mata air di daerah Sulangai semula memiliki debit air 4 liter per detik. Pada Januari 2024, debit airnya turun menjadi 1,9 liter per detik. Bahkan pada pertengahan debitnya kembali turun menjadi 1,45 liter per detik.

Kondisi serupa terjadi pada mata air Kedewatan yang semula 8 liter per detik menjadi 3,5 liter per detik.

Ada juga sumber mata air Gegeran yang tadinya memiliki debit 4 liter per detik menjadi 1,18 liter per detik.

"Kita tidak menampik pariwisata meningkatkan pendapatan kita. Namun disisi lain dampak negatif juga, lingkungan perlu dijaga," kata Suyasa.

Mengantisipasi masalah tersebut, pihaknya kini menjajaki peluang membuat sumur dalam dengan konsep tadah hujan.

Harapannya sumur itu dapat menampung air hujan. Sumur diyakini dapat mencegah banjir sekaligus mencegah intrusi air laut. (*)

Editor : Eka Prasetya
#krisis #air bersih #pariwisata #Bali selatan