Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dari Kasus Tewasnya Dua Wisatawan di Jatiluwih, Pengelola Villa Yeh Baat Tak Mau Berkomentar Usai Diperiksa Penyidik

Juliadi Radar Bali • Selasa, 19 Maret 2024 | 01:35 WIB

 

Pemilik Villa Yeh Baat Jatiluwih Ni Nyoman Ayu Suratnasih tak banyak komentar usai diperiksa penyidik Polres Tabanan.
Pemilik Villa Yeh Baat Jatiluwih Ni Nyoman Ayu Suratnasih tak banyak komentar usai diperiksa penyidik Polres Tabanan.

radarbuleleng.id- Terkait tewasnya dua wisatawan asing karena tertimbun longsor belum lama ini, pengelola Villa Yeh Baat di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Tabanan.

Panggilan tersebut dihadiri langsung oleh pemilik villa, Ni Nyoman Ayu Suratnasih, Senin (18/3). Ia datang sekitar pukul 09.00 Wita di Polres Tabanan.

Sekitar 3 jam lebih pemilik villa, Ni Nyoman Ayu Suratnasih diperiksa di ruang unit IV Sat Reskrim Polres Tabanan.

Usai pemeriksaan dilakukan Ni Nyoman Ayu Suratnasih tidak banyak memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 12.30 Wita.

Ni Nyoman Ayu Suratnasih hanya bertutur soal Villanya yang tidak mengantongi izin tersebut. “ Sudah ada izin dari DTW,” ucapnya singkat.  

Ia pun bergegas keluar menuju mobilnya yang di parkir di halaman depan Satlantas Polres Tabanan.

Secara terpisah, Kasatreskrim Polres Tabanan AKP I Komang Agus Dharmayana mengkonfirmasi perihal pemanggilan pengelola atau pemilik villa tersebut.

“Tadi pagi sekitar pukul 09.00 Wita sudah dilakukan permintaan keterangan (pemilik vila Yeh Baat),” jelasnya.

Ia menjelaskan, keterangan yang diminta penyidik Polres Tabanan kepada pihak pengelola atau pemilik itu berkaitan dengan dokumen atau izin operasional villa.

“Selanjutnya (kami akan) melakukan koordinasi dengan Dinas Perizinan dan PUPR,” sambungnya.

Ditambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait dugaan adanya dugaan pelanggaran izin atau unsur kelalaian dari pihak pengelola atau pemilik vila terkait insiden longsor tersebut.

“Masih kami dalami. Kami pastikan juga apakah ada unsur kelalaian atau memang murni karena bencana alam terkait tanah longsor tersebut,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu bangunan villa Yeh Baat di Desa Jatiluwih rata dengan tanah setelah dilanda longsor pada Kamis lalu (14/3).

Dua orang WNA, laki-laki dan perempuan, yang menginap pada bangunan villa tersebut tewas dalam musibah itu. Mereka tertimbun material bangunan dan longsor dalam posisi masih tertidur. ***

Editor : Donny Tabelak
#Polres Tabanan #Jatiluwih #tertimbun longsor #Villa Yeh Baat #wisatawan tewas