Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kabar Duka! Sastrawan Bali Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sakit Liver dan Bronkitis

Zulfika Rahman • Sabtu, 6 April 2024 | 05:05 WIB

 

Suasana rumah duka Cok Sawitri di Puri Sidemen, Karangasem dikunjungi sejumlah pelayat yang mengenal sosok sastrawan kenamaan Bali itu pada Jumat (5/4).
Suasana rumah duka Cok Sawitri di Puri Sidemen, Karangasem dikunjungi sejumlah pelayat yang mengenal sosok sastrawan kenamaan Bali itu pada Jumat (5/4).

radarbuleleng.id-Cokorda Sawitri telah berpulang pada Kamis (4/5). Kepergian sastrawan kenamaan asal Sidemen, Karangasem itu menyisakan duka yang mendalam dan mengejutkan. 

Muda Wijaya, terhenyak mendapati kabar kalau Cok Sawitri telah meninggal. Ia mendapati kabar duka itu dari beberapa grup Whatsapp pada Kamis lalu.

Sastrawan yang tinggal di Banjar Buagan, Denpasar itu tak menyangka, sosok seniman yang dianggap sebagai kakak dan gurunya itu telah berpulang begitu cepat.

"Saya mendapati kabar duka itu dari grup WA," katanya saat dihubungi Jumat (5/4). 

Ia pun lantas menyempatkan diri untuk melayat ke rumah Cok Sawitri yang ada di Renon.

Jumat, jenazah mendiang Cok Sawitri sudah ada di Puri Sidemen, Kecamatan Sidemen, Karangasem.

Pelayat dari berbagai kalangan yang mengenal sosok Cok Sawitri. Karangan ucapan bela sungkawa berjejer memenuhi Puri Sidemen. 

Sepupu Cok Sawitri yakni Cokorda Suteja Pemayun mengatakan, tak memiliki firasat apapun terkait kepergian sastrawan pengarang novel Sutasuma itu.

"Kami semua sangat kehilangan," ucapnya.

Di mata keluarga, perempuan kelahiran 1 September 1968 itu dikenal sebagai sosok yang tangguh dan gigih. Apalagi menyangkut kesenian.

Dia dikenal sangat produktif dalam berkarya. Selalu saja ada kesibukan untuk membuat karya atau pementasan.

"Senang bercanda juga, terkahir pulang saat piodalan tanggal 24 Maret lalu," ucapnya.

Saat itu, Cok Sawitri menginap selama lima hari. "Tumben pulangnya lama. Biasanya paling lama dua hari," kata Cok Sutedja.

Saat pulang itu, ia dan keluarga masih sempat berbincang membicarakan kesenian. Bahkan dalam waktu dekat, Cok Sawitri bercerita akan ada pementasan di Desa Budakeling.

"Katanya mau ada pementasan di sana dalam waktu dekat," paparnya.

Disinggung soal firasat yang dirasakan keluarga sebelum kepergiannya, Cok Sutedja mengaku tidak ada firasat apapun. Namun sempat mengeluhkan sakit liver dan bronkitis yang dideritanya.

"Tapi meski memiliki penyakit, beliau ini tetap terlihat ceria. Tidak memperlihatkan kalau dia sakit," kata Cok Sutedja.

Kini sang sastrawan telah pergi untuk selamanya. Cok Sawitri akan dikremasi di krematorium di Bebalang, Bangli.

"Prosesi kremasi kami lakukan di Bebalang. Karena di Sidemen di hari yang sama ada yang ngaben," ungkapnya. 

Sementara untuk prosesi ngaben, masih akan dirembugkan pihak keluarga. Seniman yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan ini memiliki dua saudara kandung.

"Kakaknya tinggal di Jerman, sementara adiknya ada di Makassar. Nanti menunggu dirembugkan kapan jadwal ngabennya," tandas Cok Sutedja. ***

Editor : Donny Tabelak
#sidemen karangasem #sakit liver #bronkitis #sastrawan meninggal