KUTA- Aksi komplotan copet dan jambret di kawasan Legian, Kuta, Bali, makin meresahkan wisatawan asing.
Wisatawan asing acap mengadu kehilangan barang berharganya seusai menikmati hiburan malam di kawasan Lagian, Kuta, Bali.
" Jalan Legian acap terjadi aksi jambret. Dan korbannya adalah wisatawan asing, " ucap anggota keamanan salah satu klub malam tersohor di kawasan Legian Kuta yang tak mau ditulis namanya, Sabtu (21/4).
Anggota keamanan ini mengatakan, wisatawan asing kerap mengadu ke pihaknya menjadi korban jambret seusai menikmati hiburan malam.
"Memang benar wisatawan asing sering habiskan malam di tempat hiburan kami, tetapi setelah keluar, mereka jadi korban jambret di Jalan Legian dan sekitarnya. Mereka sudah melaporkan kasusnya ke polisi dan pihak keamanan desa (pecalang), tapi kasusnya selalu ada. Pengusaha di Legian, Kuta dan Seminyak sudah resah, " sambungnya.
Sumber tadi menambahkan, karena kasus jambret di kawasan Legian Kuta, Bali makin meresahkan wisatawan dan tak juga ditangani serius pihak terkait, pihaknya acap mendapat komplain dari wisatawan.
"Sejatinya kami sudah jelaskan kepada wisatawan bahwa laporannya harus ke pihak kepolisian (Polsek Kuta) atau Pecalang (polisi desa adat Kuta) dan satpol PP setempat yang punya otoritas. Itu baru benar. Kami juga sudah perlihatkan rekaman CCTV-nya kepada wisatawan bahwa kejadiannya di jalan, bukan di tempat kami bekerja, " tegasnya.
Karena sering mendapat aduan dari wisatawan mancanegara yang jadi korban komplotan jambret, puluhan pengusaha sampai membuat petisi yang isinya; Kami yang bertandatangan di bawah ini sebagai pelaku usaha di wilayah Legian Kuta, dengan ini menyampaikan pengaduan gangguan keamanan di wilayah Legian dan sekitarnya berupa copet dan jambret yang terjadi hampir setiap harinya, seperti yang sering dikeluhkan para wisatawan yang berkunjung ke Legian.
Tentu hal ini berdampak sangat buruk bagi citra pariwisata Bali pada umumnya, dan pada kondisi bisnis yang kami jalani khusunya. Sehingga para wisatawan mulai enggan untuk datang berkunjung ke Legian.
Dengan kondisi gangguan keamanan tersebut, kami mohon bapak kapolsek dan pihak-pihak terkait, menindaklanjuti keluhan kami, sehingga kondisi keamanan dan citra baik pariwisata tetap terjaga dengan baik.
Petisi ini ditandatangani oleh puluhan pengusaha di Legian Kuta, Bali. Di antaranya, Ahas, Maxicola, Bliss bar, g suara, atlas, pottato head, kudeta, karaoke deberry, mexicola Canggu.
Ada juga mrs sippy, jaan restoran, damaria, fins beach, radifly, candu lounge, shishi, boshe bali, mix club, ground zero Legian, enggine room, platinum, mix club, bliss barbar dan sky garden Bali.
Terkait keluhan pengusaha soal aksi copet dan jambret di kawanan Legian Kuta dan sekitarnya, hingga berita ini turunkan belum ada keterangan resmi dari Kapolsek Kuta Akp I Ketut Agus Pasek Sudina., S.I.K., M.H dan pihak terkait.
" Kami selaku pengusaha di Legian berharap kasus copet dan jambret bisa diberantas pihak kepolisian, sebab ini sudah membuat citra pariwisata buruk di mata dunia, "pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak