RadarBuleleng.id - Pemerintah dibuat kebakaran jenggot dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di TPA Suwung pada Rabu (8/5/2024) lalu.
Padahal belum setahun berselang sejak kebakaran yang melanda TPA Suwung pada bulan Oktober 2023.
Hal itu semakin parah, karena TPA Suwung kebakaran menjelang kedatangan delegasi negara sahabat yang akan menghadiri World Water Forum (WWF) di Bali.
Tak mau kebakaran lagi, pemerintah akhirnya menerjunkan puluhan personel gabungan. Mereka bertugas mengawasi potensi titik api di TPA Suwung.
Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyebutkan akan dilakukan pengawasan di TPA Suwung oleh sejumlah personel dari tim gabungan.
“Personel untuk melakukan pengawasan tim gabungan dari Dinas LHK dan Satpol PP mengawasi penanganan sampah untuk cegah dini dari kemungkinan terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah pada Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bali, Ni Made Armadi mengatakan, kini setidaknya ada 50 orang personil yang siaga di TPA Suwung sepanjang hari.
Mereka bertugas melakukan penjagaan sekaligus mengawasi sekeliling tempat pembuangan.
Personel yang siaga terdiri dari staf UPTD Pengelolaan Sampah Provinsi Bali, staf Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, staf dari DLHK Denpasar; Dinas Pemadam Kebakaran Denpasar; dan Polsek Denpasar Selatan.
Personel itu akan dibagi menjadi 3 shift. Masing-masing pada pukul 06.00-14.00, pukul 14.00-22.00, dan pukul 22.00-06.00.
"Urgensinya untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi atau kebakaran. Apalagi cuaca terik dan menjelang WWF biar dipastikan aman dan nyaman para delegasi selama WWF di Bali," katanya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya