RadarBuleleng.id - Wacana pembangunan bandara baru di kawasan Bali Utara selama ini selalu menjadi komoditas politik.
Namun sejumlah pihak masih berharap bandara itu benar-benar direalisasikan. Kendati sudah 15 tahun berlalu tanpa perkembangan berarti.
Salah satu yang masih memperjuangkan wacana bandara baru itu adalah PT. BIBU Panji Sakti.
Perusahaan ini sejak awal mendorong pembangunan bandara baru di Bali Utara.
PT BIBU Panji Sakti condong membangun bandara di atas laut, tepatnya di kawasan Kubutambahan, Buleleng.
Mereka juga mengklaim siap mengguyurkan modal triliunan untuk merealisasikan pembangunan bandara tersebut.
Hingga kini PT BIBU Panji Sakti masih melakukan roadshow, berusaha merealisasikan pembangunan bandara.
Mulai dari mendatangkan politisi ke Kubutambahan, hingga bertemu para tokoh puri.
Terbaru, Dirut PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko datang ke Pura Blahbatuh Gianyar pada Selasa (21/5/2024). Dia berharap restu dari penglingsir puri.
Erwanto mengatakan, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar saat ini sudah stagnan. Bandara itu sudah tak mampu lagi menopang penerbangan di Pulau Bali.
Menurutnya bandara baru adalah keniscayaan. Secara politis wacana ini mestinya sudah selesai.
"Sepanjang tahun kemarin, sudah ada beberapa petinggi negeri ke lokasi. Kami menyakinkan bahwa ini sebuah kebutuhan. Sehingga, dua pekan lalu, saya mendapat informasi dari kementerian terkait bahwa bandara ini akan segera dibangun," ungkapnya di Puri Agung Blahbatuh Gianyar.
Ia mengklaim PT BIBU Panji Sakti selaku pemrakarsa selama ini didukung penuh oleh masyarakat Bali.
Mengingat pembangunan bandara di Bali Utara tersebut adalah kebutuhan Bali saat ini.
Ia mengklaim pembangunan bandara baru di Bali akan menciptakan pemerataan ekonomi. Kue ekonomi yang selama ini terpusat di Bali Selatan, akan bergeser ke Bali Utara.
Dia juga menyebut pembangunan bandara Bali Utara itu murni menguntungkan masyarakat.
"Karena sebelumnya ada isu bahwa pembangunan ini akan menguntungkan investor. Tidak ada perpindahan kepemilikan tanah di sana. Investor mana yang diuntungkan? Kita harus eksekusi ini sebelum tahun 2026," tegasnya.
Erwanto mengklaim pembangunan bandara baru itu akan menghabiskan dana sekitar Rp 17 triliun. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya