RadarBuleleng.id - Pemerintah berupaya menjaga citra selama pelaksanaan World Water Forum (WWF) di Bali. Salah satunya dalam pengendalian sampah.
Selama WWF, sampah-sampah yang dihasilkan di kawasan Metro Denpasar, dilarang dibuang ke TPA Regional Suwung.
Sebagai gantinya, sampah-sampah tersebut dibuang ke TPA Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan, Kerambitan, Tabanan.
Aktivitas pembuangan sampah dari kawasan Denpasar dan sekitarnya menuju TPA Mandung, hanya berlangsung selama WWF.
Baca Juga: Sampah di Bali Didominasi Bungkus Makanan, Paling Banyak Ditemukan di Sungai
Sejak Selasa (21/5/2024) terlihat armada truk-truk yang mengangkut kiriman sampah dari Kota Denpasar tampak mengular menunggu antrian masuk ke TPA Mandung.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan mendapat bantuan alat berat berupa excavator dari DLH Kota Denpasar yang bersiaga selama WWF.
Alat berat itu disiagakan untuk mempercepat proses antrian truk dan penurunan sampah yang masuk ke TPA seluas 2,7 hektare tersebut.
Selain itu untuk mengurai antrian, truk diarahkan keluar menuju arah Desa Kukuh, Kerambitan.
Baca Juga: Sampah Organik Dominasi Sampah Hari Raya Galungan, Sebelumnya Capai 150 Ton
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah dan Lumpur Tinja DLH Tabanan, I Wayan Atmaja mengatakan, antrean truk sampah yang masuk ke TPA dari jalan utara tidak terlalu lama.
Sampah langsung diatur menggunakan alat berat excavator. selain itu pihaknya juga sudah menyediakan alat berat yang dioperasionalkan untuk TPA Mandung.
"Jadi sudah ada petugas dari DLH Denpasar sebanyak 5 orang yang bekerja dan satu alat berat excavator bantuan dari Denpasar di TPA Mandung sekarang ini," ungkap Atmaja.
Atmaja mengungkapkan, proses pembuangan sampah dilakukan bergantian. Armada sampah dari Tabanan membuang sampah pada pukul 08.00-12.00 siang.
Sementara armada dari Kota Denpasar dan sekitarnya, membuang sampah dari pukul 12.00 siang hingga pukul 21.00 malam.
Kini dengan tambahan sampah kiriman dari Denpasar, dalam sehari TPA Mandung menerima 295,4 ton hingga 422 ton. Jumlah itu setara dengan sampah yang diangkut oleh 140-200 unit truk. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya