Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Belasan Orang Warga Bali Tumbang Usai Santap Lawar Getih. Diduga Kena Penyakit Meningitis

Zulfika Rahman • Kamis, 23 Mei 2024 - 22:28 WIB

 

CEK LANGSUNG KE WARGA : Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem saat melakukan pelacakan ke Desa Sibetan terkait dugaan meningitis.
CEK LANGSUNG KE WARGA : Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem saat melakukan pelacakan ke Desa Sibetan terkait dugaan meningitis.

RadarBuleleng.id - Belasan orang warga Bali, harus dirawat di sejumlah rumah sakit gara-gara tumbang usai menyantap makanan lawar getih.

Diduga mereka terkena penyakit meningitis. Bahkan beberapa orang diantaranya harus dirujuk ke RS Prof Ngoerah, Sanglah.

Fenomena itu terjadi di Banjar Dinas Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

Sebanyak 14 orang warga dari banjar tersebut harus dilarikan ke rumah sakit.

Seluruhnya menunjukkan gejala yang serupa. Yakni demam yang diikuti dengan pusing berkepanjangan, nyeri pada persendian, serta kaku pada bagian leher.

Baca Juga: Warga Harus Tahu! Penyakit Diabetes Melitus Kian Mengancam. Ini Tips untuk Mencegah

Sebanyak 2 orang dirawat di RS Prof Ngoerah Sanglah, Denpasar. Kemudian ada seorang yang dirawat di RSUD Karangasem, 4 orang dirawat di RS Balimed Karangasem, dan sisanya menjalani rawat jalan.

Diduga belasan warga tersebut terserang meningitis akibat sebelumnya mengonsumsi olahan babi yang dicampur dengan darah babi mentah.

Darah babi itu diduga kuat mengandung bakteri streptococcus suis sehingga menyebabkan penyakit meningitis.

Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil penelusuran. Ternyata seluruhnya sama-sama pernah mengonsumsi lawar getih pada sebuah acara pernikahan warga di Desa Bebandem, pada Jumat (10/5/2024) pekan lalu. 

Baca Juga: Berbulan-bulan Mandek, Akhirnya Cath Lab RSUD Buleleng Dapat Izin Operasional

Kelian Banjar Dinas Kreteg, I Kadek Budiarta mengatakan, belasan warganya itu sempat megibung pada sebuah acara pernikahan.

"Setelah dua hari usai megibung itu, beberapa warga mulai merasakan gejala seperti itu," katanya.

Di luar 12 warga tersebut, kemarin juga dia mendapat informasi ada 4 warga lainnya kembali mengalami gejala serupa. 

"Tapi kondisinya masih stabil, jadi hanya menjalani rawat jalan," ungkapnya. 

Ia pun belum berani memastikan penyakit apa yang menyerang belasan warganya tersebut.

"Belum tahu juga, karena belum bisa dipastikan. Cuma diduga meningitis," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, pada Rabu kemarin langsung turun melakukan pelacakan. 

Sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mencari tahu penyebab penyakit itu.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan warga-warga itu menunjukkan gejala yang hampir sama.

Pihaknya kini masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab penyakit tersebut. 

Rencananya Dinkes akan melakukan pemeriksaan darah dan mengambil cairan sumsum tulang untuk mengetahui secara pasti penyakit yang menjangkiti belasan warga.

Namun dari hasil pemeriksaan awal, tim medis curiga bila penyakit yang dialami warga adalah penyakit meningitis.

"Karena kebetulan juga dari klaster ini ada riwayat mengonsumsi jenis makanan yang sama, seperti olahan daging babi mentah," ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#karangasem #bali #meningitis #Lawar Getih #penyakit