Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Wow, Mahasiswa di Bali Olah Biji Salak Jadi Kopi. Apa Manfaatnya?

Marsellus Pampur • Selasa, 28 Mei 2024 | 02:16 WIB

 

SALAK JADI KOPI: Dio Putra Utomo, salah satu mahasiswa semester 6 dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana menunjukan kopi dan olahan buah salak di pameran.
SALAK JADI KOPI: Dio Putra Utomo, salah satu mahasiswa semester 6 dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana menunjukan kopi dan olahan buah salak di pameran.

RadarBuleleng.id - Salak selama ini diolah menjadi asinan atau menjadi keripik. Namun siapa sangka bila salak bisa diolah menjadi kopi.

Hal itu dilakukan oleh mahasiswa yang menempuh di Fakultas Pertanian Universitas Udayana.

Mereka mengolah buah salak sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sejumlah produk. Mulai dari kopi, teh, hingga asinan.

Adalah Dio Putra Utomo, mahasiswa semester 6 dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana yang membuat produk tersebut.

Dio berhasil mengolah buah salak menjadi kopi bubuk, teh, dan asinan. Produknya dipamerkan di kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bali, di kawasan Renon, Denpasar.

Menurut Dio, produk itu sebenarnya sudah dirancang saat ia masih menempuh pendidikan di semester 5.

“Kami ikuti produk kami ini di Wirausaha Merdeka. Dimana Kementrian Pendidikan memberikan dana untuk mahasiswa untuk melakukan program wirausaha," katanya.

Dari sana, kelompok mahasiswa tersebut mulai mengolah biji salak menjadi kopi. Kopi berbahan biji salak itu dikemas dalam bentuk kopi botol. 

Sedangkan kulit salak dijadikan teh. Sementara untuk daging buah salak dijadikan jajanan seperti asinan. 

Menurutnya, kopi biji salak memiliki beberapa keuntungan bagi para penikmat kopi. Dimana biji salak sendiri tidak mengandung kafein. 

"Jadi bebas diminum kapan saja," ujarnya. 

Ide tersebut bermula dari informasi yang ia dapatkan dari internet. Salah pun diolah sedemikian pula, sehingga menjadi beberapa produk turunan.

"Kami Googling memang kandungannya aman mengandung antioksidan, sehingga aman dikonsumsi," ujarnya. 

Dio menyebut, ia bersama teman-temannya akan mengembangkan olahan salak. Baik itu menjadi kopi, teh, maupun asinan.

Bahkan para mahasiswa ini juga berencana akan bekerjasama dengan para petani salak sebagai supplier buah salak untuk diolah kembali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #mahasiswa #kopi #salak #asinan #teh #universitas udayana