RadarBuleleng.id - Wacana pembangunan bandara baru di Bali Utara kembali mencuat. Seiring dengan semakin dekatnya ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.
Masyarakat di Buleleng pun mulai bosan dengan wacana tersebut. Karena sudah dihembuskan sejak tahun 2008 silam, tapi tidak pernah terealisasi.
Dosen Universitas Udayana, Prof. I Putu Anom memandang pembangunan bandara Bali Utara sebenarnya sangat diperlukan.
Menurutnya pembangunan bandara di Buleleng bukan semata-mata persoalan keseimbangan pembangunan dan perekonomian Bali.
Baca Juga: Wacana Bandara di Buleleng Mencuat Lagi. Koster Yakin Tidak Akan Terealisasi Dalam Waktu Dekat
Anom mengungkapkan, saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Bandara Ngurah Rai tidak bisa menambah landasan pacu atau runway.
Sementara dunia penerbangan terus berkembang. Pesawat-pesawat dengan ukuran lebih besar dan kapasitas penumpang lebih banyak, terus bermunculan.
Maskapai penerbangan pun berlomba-lomba menggunakan pesawat tersebut, karena dinilai lebih efisien.
Hanya saja, pesawat berukuran jumbo juga membutuhkan landasan pacu yang lebih panjang. Nah, Bandara Ngurah Rai tidak bisa melayani penerbangan pesawat berbadan jumbo tersebut.
Baca Juga: Bangun Akses Menuju Bandara, Koster Usul Kereta Api Lintas Bali
Dia menganggap pembangunan bandara perlu dilakukan. Apalagi sebagian besar masyarakat Buleleng juga menginginkan adanya pembangunan tersebut.
"Masyarakat Buleleng menginginkan. Karena di Bali Selatan, untuk memperpanjang landasan di Ngurah Rai tidak memungkinkan lagi. Nggak masalah ada pembangunan di Bali Utara," ujarnya.
Dia juga berharap agar investor bisa membangun bandara Bali Utara lebih luas dari kawasan bandara I Gusti Ngurah Rai.
Menurutnya keuntungan lain terkait rencana pembangunan Bali Utara adalah dimana jika nanti terealisasi maka akan ada peluang yang baru.
Dimana kedepannya, bisa saja bandara Bali Utara tersebut bisa menjadi tempat perbaikan pesawat terbang, jika investor membangunnya dengan lebih luas.
"Kita dekat dengan Thailand dan Singapura. Bisa saja investor memikirkan semacam tempat untuk perbaikan pesawat. Jadi tidak hanya penerbangan," tambahnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya