radarbuleleng.id- Meledaknya gudang gas elpiji oplosan di Jalan Cargo Taman, Denpasar, Bali, selain melukai belasan pekerja. Juga menewaskan seorang pekerja.
Seerti diketahui, dari meledaknya tabung gas elpiji yang membakar habis bangunan pengolosan gas subsidinitu juga meluka 18 orang pekerja.
Mereka mengalami luka serius. Bahkan, dari 18 korban, satu orang meninggal bernama Purwanto di RS Prof Ngoerah, Senin pukul 13.45 (10/6).
Jenazah Purwanto langsung dibawa ke tempat asalnya, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.
Korban mengalami luka bakar 45 persen grade 2A hingga 3.
Hasil pantauan wartawan, kerabat dan keluarga almarhum Purwanto ada yang menunggu dan mengurusi administrasi pemulangan jenazah.
Kesedihan di wajah mereka tampak jelas ketika jenazah dimasukkan ke ambulans berwarna putih.
Diwawancarai dengan salah satu kerabatnya yang namanya enggan ditulis, mengatakan almarhum langsung dibawa ke Banyuwangi.
Mereka tahu korban meninggal pukul 13.00 dan langsung datang ke Forensik RS Prof Ngoerah.
"Ya saya tahunya jam 1 tadi. Belum tahu (luka bakar) nya," ucap pria yang merupakan teman adik korban ini.
Ia mengatahui Purwanto telah bekerja lama di perusahaan gas LPG tersebut, meski tidak mengetahui tepatnya berapa tahun.
Selain itu, Purwanto dikenal sosok yang baik dan sudah berkeluarga. Akibat kejadian nahas ini Purwanto tinggalkan istri dan anak.
"Sudah nikah (almarhum). Anak satu, " ucapnya.
Ironisnya, biaya perawatan hingga pemulangan jenazah ditanggung sendiri oleh keluarga.
Diwawancarai dengan Kasubag Humas RS Prof Ngoerah Dewa Ketut Kresna mengatakan, yang meninggal bermama Purwanto,40. Korban masuk ke Prof Ngoerah 9 Juni kemarin pukul 10.45.
"Awalnya dibawa ke IGD kemudian langsung dibawa ke Burn Unit," ucap Dewa Kresna saat dihubungi, Senin (10/6).
Dikatakan korban kebakaran dirawat di RS Prof Ngoerah ada 14 orang. Karena meninggal satu orang yang masih dirawat 13 orang di burn unit RS Prof Ngoerah.
Luka bakar yang diderita para korban rata-rata 36 persen dan paling tinggi mencapai 88 persen.
"14 orang di burn unit. Sekarang masih dirawat. Paling tinggi 88 persen," ucapnya.
Terjadinya kebakaran di gudang gas oplosan di Jalan Cargo Permai, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, sangat prihatin atas terjadinya peristiwa kebakaran.
Sang Made mempercayai kepolisian bisa mengusut kasus ini sehingga bisa membuka secara terang benderang.
Termasuk adanya dugaan pengoplosan gas elpiji. Sang Made berharap polisi bisa menguak kasus ini hingga tuntas.
"Saya sangat prihatin atas terjadinya kebakaran menimbulkan korban tersebut. Saya harap dan percaya Polresta/Polda Bali akan menangani peristiwa ini dengan baik, membuat terang benderang peristiwa yang terjadi, termasuk kebenaran adanya dugaan pengoplosan LPG, serta melakukan proses hukum secara tuntas," terangnya.
Adanya isu pengoplosan gas elpiji, Pj Gubernur sudah memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yakni Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM, Kasatpol PP dan Kesbangpol untuk ke lapangan untuk mengecek ketersediaan elpiji 3 kilogram subsidi.
"OPD terkait, Kadis Ketenagakerja dan ESDM, Kasatpol PP dan Kepala Kesbangpol untuk ke lapangan cek ketersedian Gas Elpiji," jelasnya. ***
Editor : Donny Tabelak