RadarBuleleng.id - Turis yang berulah saat tengah berlibur di Bali, semakin banyak saja. Turis-turis itu bahkan harus berurusan dengan hukum.
Akademisi mendesak agar pemerintah mengevaluasi kebijakan visa on arrival yang ditujukan kepada para wisatawan.
Pakar Kebijakan Publik di Universitas Padjadjaran, Asep Sumaryana mengatakan evaluasi kebijakan visa on arrival (VoA) perlu dilakukan.
Ia menyoroti peristiwa Warga Negara Asing (WNA) yang merampas truk bermuatan gabah di Denpasar belum lama ini. WNA itu bahkan membawa truk itu hingga ke Bandara Ngurah Rai.
"Ditabraknya portal tol merupakan potret bahwa pengabaian aturan oleh oknum WNA tidak boleh dibiarkan. Supaya tidak meluas ke WNA lainnya," kata Asep sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Menurutnya pemerintah bisa memberikan efek jera kepada WNA-WNA yang pernah melakukan masalah hukum di Indonesia.
Salah satunya dengan memasukkan WNA tersebut ke dalam daftar hitam. Sehingga saat WNA itu mengajukan visa kunjungan ke Indonesia, pemerintah dapat menolak WNA tersebut.
Asep menilai hal itu penting dilakukan. Harapannya, WNA juga menjaga perilaku mereka selama beraktivitas di Indonesia.
Selain itu Asep juga berharap pemerintah melakukan upaya diplomasi untuk mensosialisasikan kultur dan regulasi kebijakan kepada negara sahabat.
Harapannya tidak lagi terjadi peristiwa-peristiwa pelanggaran norma maupun pelanggaran hukum yang dilakukan oleh WNA.
"Pemahaman kultur dan regulasi kebijakan juga menjadi penting untuk dipahami mereka, seperti halnya bangsa kita juga dikenalkan dengan kultur negara tujuan agar tidak berbenturan dengan kultur lokal yang ada," jelas pria yang juga Kepala Departemen Adiministrasi Publik pada FISIP Unpad itu.
Selain itu pemerintah juga perlu memberikan apresiasi kepada para WNA yang bersedia mematuhi aturan. Sehingga semangat untuk patuh lebih besar ketimbang melanggar aturan.
Asal tahu saja, selama beberapa bulan belakangan, WNA yang melakukan ulah di Bali semakin banyak saja.
Belum lama ini sejumlah WNA asal Ukraina ditangkap polisi gara-gara membuat pabrik narkotika di wilayah Canggu, Bali.
Selain itu sepasang kekasih yang juga WNA berkali-kali kabur dari restoran demi mendapatkan makanan secara gratis.
Akhir minggu lalu, guide lokal di Nusa Penida juga terlibat keributan dengan turis asal India, karena turis tersebut dianggap berulah saat berlibur di Kelingking Beach.
Terbaru, seorang WNA asal Inggris merampas truk bermuatan gabah di Denpasar. Selanjutnya truk itu dikemudikan melalui Tol Bali Mandara, lalu dikemudikan hingga ke Bandara Ngurah Rai. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya