radarbuleleng.id - Pengelola pelabuhan lintas pelabuhan Ketapang - Gilimanuk, menyiapkan antisipasi lonjakan arus penyeberangan jelang libur Hari Raya Idul Adha.
Mengingat, hari Raya Idul Adha tahun ini seperti tahun lalu bersamaan dengan libur sekolah. Sehingga berpotensi terjadi peningkatan arus kendaraan yang keluar maupun masuk Bali.
Manajer usaha Palabuhan Gilimanuk, Djumadi mengatakan, jelang libur panjang Hari Raya Idul Adha ini pihaknya sudah melakukan rapat bersama stakeholder terkait untuk menyiapkan antisipasi terjadinya lonjakan penyeberangan.
"Kami sudah siapkan antisipasi, mulai dari dermaga dan armada yang akan melayani penyeberangan," jelasnya, Jumat (14/6).
Menurutnya, pengalaman tahun lalu pada sebelum dan setelah Hari Raya Idul Adha terjadi antrean panjang.
Antrean panjang di Pelabuhan Ketapang hingga 20 kilometer, begitu juga di Pelabuhan Gilimanuk antrean hingga mencapai 10 kilometer.
"Pengalaman tahun lalu, kami jadikan acuan untuk melakukan upaya antisipasi," tegasnya.
Sejumlah kendala yang menyebabkan antrean panjang tahun lalu, pada tahun ini sudah bisa diatasi.
Di antarnya, dermaga LCM yang tahun lalu hanya bisa digunakan untuk tiga kapal karena terjadi pendangkalan, sudah dikeruk sehingga sejak arus mudik Idul Fitri sudah bisa untuk empat kapal bongkar muat.
Selain itu, dermaga IV Pelabuhan Gilimanuk sudah bisa beroperasi maksimal.
Tahun lalu dermaga IV masih dalam proses bangunan atau peningkatan dari dermaga ponton, sehingga berdampak pada pelayanan penyeberangan yang kurang maksimal.
"Tahun ini kami maksimalkan pelayanan, fokusnya percepatan pelayanan penyeberangan," tegasnya.
Selain dermaga yang sudah bisa lebih maksimal lagi, jelang Hari Raya Idul Adha ini ada kapal tambahan untuk membantu penyeberangan lintas Gilimanuk - Ketapang.
Kapal bantuan berukuran besar ini salah satunya atra II yang digunakan pada saat angkutan lebaran Idul Fitri bulan April lalu. "Pengalaman angkutan lebaran kemarin, juga sebagai modal untuk antisipasi pelayanan lintas Gilimanuk - Ketapang," terangnya.
Djumadi menegaskan, arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Jumat siang masih landai. Kendaraan yang mendominasi keluar Bali angkutan barang, sedangkan angkutan orang dan motor masih minim.
"Hanya ada antrean kendaraan barang. Tidak ada antrean kendaraan kecil," terangnya.
Pihaknya memprediksi terjadi antrean pada H-3 atau Jumat malam hingga Sabtu siang.
Hal tersebut berdasarkan pengalaman tahun lalu, dimana puncak arus keluar dan masuk Bali terjadi pada H-3 malam sebelum Hari Raya Idul Adha.
"Prediksi terjadi peningkatan arus keluar Bali mulai nanti malam (kemarin)," ujarnya.
Namun dengan upaya antisipasi yang dilakukan, pihaknya memprediksi tidak akan terjadi antrean seperti yang terjadi pada tahun 2023 lalu.
"Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk antisipasi. Prediksinya antrean yang terjadi tahun lalu, tahun ini sudah tidak terjadi lagi," pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak