Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Desa Protes Jalan Rusak ke Pemerintah Hingga Tanam Pohon Pisang. Ternyata Tanggung Jawab Desa

Juliadi Radar Bali • Kamis, 20 Juni 2024 | 00:49 WIB

 

JALAN RUSAK: Dinas PUPRPKP Tabanan cek kondisi jalan rusak di Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan.
JALAN RUSAK: Dinas PUPRPKP Tabanan cek kondisi jalan rusak di Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan.

RadarBuleleng.id - Belum lama ini viral di media sosial sekelompok warga di Bali melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan.

Warga memprotes pemerintah, karena tidak ada perhatian terhadap jalan yang mengalami kerusakan parah tersebut.

Setelah dilakukan penelusuran, jalan yang rusak itu ternyata ada di wilayah Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan. 

Postingan itu pun mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan. 

Baca Juga: Protes Jalan Rusak, Warga Kubutambahan Tanam Pisang di Tengah Jalan

Tim dari Bidang Cipta Marga Dinas PUPRPKP Tabanan langsung turun cek ke lokasi melihat kondisi jalan rusak tersebut.

Kepala Bidang Cipta Marga Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana mengatakan jalan yang rusak itu panjangnya mencapai 900 meter.

Setelah pihaknya melakukan penelusuran, ternyata jalan itu bukan jadi kewenangan pemerintah daerah. Melainkan kewenangan pemerintah desa.

"Kami tidak bisa ambil proses perbaikan, karena statusnya jalan desa, bukan Jalan Kabupaten. Sehingga anggaran APBD untuk perbaikan jalan tak bisa masuk kesitu," ungkap Partana, kemarin (18/6/2024).

Baca Juga: Protes Jalan Rusak di Kubutambahan: Perbaikan Sudah Diusulkan Sejak 2017

Pihaknya menyarankan agar masyarakat setempat mengusulkan perbaikan kepada pemerintah desa.

Solusi lainnya, masyarakat melalui pemerintah desa mengajukan proposal perbaikan jalan melalui hibah Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. 

"Jadi perencanaan perbaikan jalan rusak itu dari desa secara langsung. Sekarang tergantung desa. Gunakan dana desa atau usulan perbaikan dari hibah BKK Badung," jelasnya. 

Pihaknya mengetahui memahami kekhawatiran masyarakat terkait kondisi jalan ini dan pentingnya infrastruktur yang baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Terutama aktivitas pertanian warga.

"Kami di Pemerintah Daerah akan terus memberikan informasi terkini terkait perkembangan penanganan jalan ini dan proyek infrastruktur lainnya di Tabanan," ucapnya. 

Asal tahu saja, panjang jalan yang menjadi aset kabupaten di Kabupaten Tabanan panjangnya mencapai 863,2 kilometer. 

Dari panjang tersebut, hanya 20,23 kilometer yang mengalami kerusakan. Sementara 832,4 kilometer sisanya sudah diperbaiki. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#jalan rusak #bali #desa #jalan #tabanan