SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya bertemu dengan penerima penghargaan Kalpataru 2024, Komang Anik Sugiani.
Pertemuan itu berlangsung di Kantor Gubernur Bali, kemarin (25/6/2024).
Anik Sugiani merupakan wanita asal Buleleng yang meraih penghargaan Kalpataru kategori perintis dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar.
Pada pertemuan tersebut, Mahendra Jaya mengucapkan selamat atas keberhasilan Anik meraih penghargaan tersebut.
Menurutnya, penghargaan tersebut sangat bergengsi. Saking bergengsinya, pada era 1990-an, penerima kalpataru akan diarak keliling kota.
“Saya harap ini bukan ujung, namun awal agar ke depan dapat menjaga alam Bali menjadi lebih baik,” ujar Mahendra Jaya.
Baca Juga: Mantap! Wanita asal Buleleng Raih Penghargaan Kalpataru dari Kementerian LHK
Menurutnya aktivitas yang dilakukan Anik Sugiani dengan melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah plastik, sangat inspiratif.
Pemilahan dan pengelolaan sampah memberikan dampak positif terhadap lingkungan, bahkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah menilai biaya pengolahan sampah akan jauh lebih murah jika sampah telah terpilah dengan baik.
“Sampah tanpa dipilah ongkosnya mahal, biaya (pengelolaan) jauh lebih murah ketika telah dipilah,” katanya.
Sementara itu, Anik Sugiani menyampaikan bahwa kepeduliannya kepada lingkungan sudah dimulai sejak tahun 2009 lewat Yayasan Project Jyoti Bali (YPJB).
Lewat yayasan tersebut ia memberikan pembelajaran kepada anak-anak sekitarnya. Syaratnya anak tersebut membawa sampah plastik seikhlasnya.
“Jadi kita mengedukasi bagaimana dari kecil kita arahkan mereka untuk pilah, olah dan kelola sampah untuk menjadi barang yang bernilai,” ungkapnya.
Yayasan tersebut juga memberdayakan anak-anak, remaja dan ibu rumah tangga yang tidak bekerja untuk membuat produk dari sampah plastik.
Mereka juga diberdayakan mengelola sampah organik menjadi eco enzyme.
Kini Anik tengah mengembangkan agrowisata di Desa Kedis. Yaitu sawah dengan eco enzyme.
Harapannya upaya itu dapat mengedukasi petani agar kembali ke sistem pertanian organik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya