Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor Ing Acintya, Ida Pedanda Griya Sanur Pejeng Berpulang, Dulu Pernah Jabat Ketua PHDI

Ida Bagus Indra Prasetia • Kamis, 11 Juli 2024 | 04:05 WIB
Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng semasa hidup.
Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng semasa hidup.

radarbuleleng.id- Kabar duka datang dari Griya Sanur Pejeng, Kecamatan Tampaksiring. Selasa sore (9/7), tokoh Hindu, Ida Pedanda Wayahan Bun mengembuskan napas terakhir. 

Ida Pedanda yang sempat menjabat Ketua PHDI Gianyar dan pengurus Dharmpadeso Gianyar itu meninggalkan istri dan tujuh anak. 

Menurut istri beliau, Ida Pedanda Istri menyatakan bahwa kepergian Ida mendadak. ”Sungkan nadak (sakit mendadak, Red). Sesak,” ujar Pedanda Istri, Rabu (10/7).

Detik-detik sebelum kepergiannya, Ida Pedanda sempat merasa dingin. ”Merasa kedinginan. Dari tiga hari merasa kedinginan. Istri, dingin? Ngih, dingin mule mangkin,” ujarnya menirukan percakapan sang suami.

Kemudian, Ida sempat dilarikan ke RS Ari Canti, Desa Mas Ubud. Akan tetapi, Ida dinyatakan telah berpulang. ”Sudah lemas (saat dibawa, Red),” ungkapnya.

Selanjutnya, layon (jasad) Ida Pedanda ditidurkan di gedong Griya. 

Selanjutnya, pihak keluarga telah berembuk atas kepergian Ida. Sejumlah rangkaian upacara disiapkan untuk mengantarkan beliau.

Diawali dengan Nyiramin layon (memandikan jenazah) tahap pertama pada 20 Juli yang berlangsung bertepatan bulan purnama.

Dilanjutkan Nyiramin layon tahap kedua pada 4 Agustus yang bertepatan pada tilem atau bulan mati.

Lalu upacara Ngaskara pada 7 Agustus. ”Puncak karya palebon pada 8 Agustus 2024,” pungkasnya.

Kepergian Ida Pedanda mengundang duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Bahkan masyarakat secara luas juga merasa kehilangan tokoh umat tersebut.

Semasa hidup saat walaka (belum jadi sulinggih) Ida berkiprah sebagai dosen Fakultas Sastra Unud. Kemudian sempat menjadi Ketua PHDI Gianyar. 

Selanjutnya pada tahun 2000 mediksa (dwijati/lahir kembali) sebagai Ida Pedanda. 

Selama menjadi sulinggih, banyak kiprah keagamaan di Gianyar. Berbagai upacara pernah dipuput atau dipimpin. 

Upacara besar sempat dilakukan saat awal pandemi covid-19 pada 2020 lalu. Saat itu, Gianyar juga dilanda wabah babi mati.

Hingga akhirnya, untuk menekan wabah, saat itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra mengundang para sulinggih ke kantor bupati.

Ida Pedanda Wayahan Bun memberikan masukan ke pemerintah agar menggelar upacara di tepi pantai Gianyar yang bertujuan sebagai penetralisir wabah. ***

Editor : Donny Tabelak
#Ida Pedanda #amor ing acintya #phdi gianyar