Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ratusan Kg Sampah Plastik dari Pesta Kesenian Bali Diolah hingga Bernilai Ekonomi

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 13 Juli 2024 | 04:05 WIB
Para relawan mengangkut sampah anorganik untuk diolah.
Para relawan mengangkut sampah anorganik untuk diolah.

radarbuleleng.id-Sebanyak 449 KG sampah plastik dari kegiatan Pesta Kesenuan Bali (PKB) 2024 berhasil dikelola hingga memiliki nilai ekonomi.

Hal ini tak terlepas dari peran beberapa kelompok non profit seperti oleh Merah Putih Hijau dan PlastikDetox, serta PPLH Bali. 

Direktur Program Merah Putih Hijau dan juga koordinator  Relawan Pengelolaan Sampah, Hermitianta Prasetya mengatakan, Pesta Kesenian Bali memiliki peran sebagai suara untuk membudayakan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah di pesta-pesta.

"Organisasi Perangkat Daerah dapat menerapkan tata kelola ini kedepannya ke seluruh acara khususnya kedinasan di Provinsi Bali,” katanya Jumat (13/7).

Sampah anorganik ini didominasi oleh gelas plastik dan botol plastik.

Sampah tersebut datang dari sejumlah masyarakat yang mengunjungi PKB. Para relawan mengumpulkannya dari 75 titik tenant kuliner dan tempat sampah yang disebar di area Pesta Kesenian Bali.

Kemudian sampah tersebut ditimbang dan diangkut oleh Bank Sampah Sumerta Kelod. 

Agung Anom Suardana selaku Kepala Desa Sumerta Kelod mengatakan, sampah anorganik dikelola oleh Bank Sampah Desa Sumerta Kelod khususnya oleh Jumali (Tim Juru Pemantau Lingkungan).

“Dana yang dikelola untuk mendukung operasional dan membantu masyarakat yang butuh pinjaman modal usaha dengan syarat mutlak sebagai pelanggan bank sampah aktif," bebernya. 

Selanjutnya, warga desa dapat meminjam dana tersebut tanpa jaminan dan tanpa bunga.

Selama perhelatan PKB, para relawan sendiri selalu sigap memberikan edukasi kepada para pengunjung dan tenant yang ada.

Tak hanya dari mulut ke mulut, mereka juga menempelkan brosur larangan penggunaan bahan makanan plastik sekali pakai di tiap tenant yang ada.

Relawan juga memastikan tenant kuliner khusus di area Taman Budaya Bali untuk mematuhi peraturan memilah sampah organik, anorganik dan residu, serta tidak menyediakan tas kresek, sedotan plastik dan styrofoam.

Total ada 122 relawan yang mendaftar sebagai tenaga edukasi untuk tenant kuliner dan pengunjung. Mereka dibagi menjadi belasan relawan yang berjadwal piket per hari dari 15 Juni 2024 hingga 13 Juli 2024 mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Relawan pengelolaan sampah Pesta Kesenian Bali, I Made Sumerta Yasa mengaku bawah awalnya dirinya merasa segan untuk menegur tenant kuliner yang melanggar peraturan.

“Tetapi setelah kegiatan berjalan sejauh ini, saya bangga sebagai relawan yang dapat mengarahkan para tenant kuliner dan masyarakat menjadi lebih peka dalam kelestarian lingkungan,” akunya.

Selama menjalankan tugas ke para tenant kuliner yang ada di area Taman Budaya Bali, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi.

Seperti masih ada tenant kuliner yang belum memilah sampah dan masih ada yang memakai plastik sekali pakai.

Selain itu, tanggapan para tenant kuliner ketika relawan hadir pun bervariasi, ada yang ramah dan sebaliknya.

“Tentu saja hal itu tidak langsung disambut baik. Pada awalnya memang hampir seluruh tenant kuliner mengeluh dan mencari alasan yang dapat menguatkan mereka," lanjutnya. 

Namun setelah relawan memberikan edukasi dan pengarahan mengenai hal tersebut, semakin hari, para tenant kuliner semakin menyadari pentingnya memilah sampah dan mengurangi plastik sekali pakai,” sambungnya.

Hingga di hari ke-25 pendampingan, relawan dari organisasi Merah Putih Hijau, PlastikDetox dan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali (PPLH Bali) dan relawan dari publik mencatat sebanyak 35 tenant kuliner yang mau memilah sampah dari sumber secara konsisten.

Kemudain ada 13 tenant kuliner sudah mau memilah namun masih memerlukan edukasi lanjutan, dan 32 tenant kuliner tidak menggunakan plastik sekali pakai. ***

Editor : Donny Tabelak
#sampah plastik #pesta kesenian bali #pkb