Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Awal Tahun Ajaran Baru, Remaja Hingga Anak-Anak Serbu Barbershop

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 16 Juli 2024 | 01:29 WIB
RAMAI PENGUNJUNG: Anak-anak berbondong-bondong cukur rambut di salah satu barbershop kawasan Denpasar, kemarin (14/7/2024).
RAMAI PENGUNJUNG: Anak-anak berbondong-bondong cukur rambut di salah satu barbershop kawasan Denpasar, kemarin (14/7/2024).

RadarBuleleng.id - Libur sekolah telah usai. Para siswa pun mulai disibukkan lagi dengan kegiatan sekolah.

Sepanjang hari libur, siswa biasanya membiarkan rambut mereka tumbuh lebat hingga gondrong. Setelah masuk sekolah, mereka harus merapikan rambutnya.

Alhasil remaja hingga anak-anak menyerbu barbershop untuk memangkas rambut. Khusus anak-anak, mereka diantar oleh orang tua mereka.

Seperti yang terlihat di Matrix Barbershop, Jalan Kembang Matahari I, Denpasar. Sejak sepekan belakangan, anak-anak sekolah banyak menyerbu barber shop.

"Biasanya saya dapat 15 atau 20 orang (pelanggan anak-anak, red) dalam satu hari. Sekarang bisa 30 sampai 40 orang ke ataslah," kata Burhan Budayanto, salah seorang juru pangkas rambut.

Menurutnya kondisi tersebut jamak terjadi dari tahun ke tahun, khususnya menjelang masuk sekolah. Sehingga ia tidak kaget ketika pelanggan yang datang langsung membludak.

Meski ramai, ia tidak mau menaikkan harga. Dia tetap memasang tarif Rp 15 ribu untuk pangkas rambut anak-anak, Rp 20 ribu untuk pangkas rambut dewasa.

Bahkan dia juga harus memperpanjang jam buka. Biasanya ia membuka jasa pangkas rambut hingga pukul 16.30, namun kemarin dia buka hingga pukul 22.00 malam.

"Banyak kendala kalau cukur anak-anak. Anaknya itu gerak-gerak gitu. Namanya anak-anak kan, harus lebih sabar," kata Burhan.

Sementara itu salah seorang pengunjung, Gusti Ayu Komang Widrasanti mengaku hanya bisa mengantar anaknya pada sore atau malam hari. Karena sibuk kerja. 

"Ya mengantre tadi, ga lama sih. (Anaknya bercukur, red) soalnya kalau SD lebih ketat dari TK. Apalagi SD Negeri kan harus pendek. Daripada dicukur di sekolah," kata Santi.

Karena masih anak-anak, ia mengaku cukup sulit untuk merayu anaknya agar mau bercukur. Mulai dari dijanjikan beli es krim sampai beli mainan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#rambut #remaja #sekolah #anak-anak #barbershop