Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kreativitas Tanpa Batas: Botol Kaca Bekas Disulap Jadi Aksesoris Mewah di Bali

Antara • Selasa, 16 Juli 2024 | 23:48 WIB
Perajin perhiasan Komang Tri pamerkan aksesoris dari botol kaca bekas di Badung, Bali, Selasa (16/7/2024).
Perajin perhiasan Komang Tri pamerkan aksesoris dari botol kaca bekas di Badung, Bali, Selasa (16/7/2024).

RadarBuleleng.id - Komang Tri, seorang perajin perhiasan dari Bali, memamerkan aksesoris yang dibuat dari botol kaca bekas dalam sebuah kolaborasi dengan desainer busana Angela Trihapsari.

Pada acara A Local Pride & Sustainable Fashion Show di Kabupaten Badung, Bali, perhiasan dari botol kaca air mineral yang didaur ulang ini dikombinasikan dengan koleksi fashion yang berfokus pada keberlanjutan dan ramah lingkungan.

"Proses pembuatan perhiasan dengan konsep 'bottle cycle series' memakan waktu sekitar satu bulan. Botol-botol kaca dilebur dan dibentuk menjadi tetesan air," ungkap Komang Tri sebagaimana diberitakan ANTARA pada Selasa (16/7/2024).

Melalui karyanya, ia ingin menunjukkan bahwa barang-barang bekas, seperti botol minuman, yang sering dianggap sampah, sebenarnya memiliki nilai jika diolah dengan kreatif.

"Awalnya, pecahan kaca hanya dianggap sebagai sampah berbahaya, tetapi dengan sentuhan seni, bisa diubah menjadi perhiasan bernilai tinggi," imbuhnya.

Pada peragaan busana di Midaz Bali, perhiasan dari perajin lokal ini dipadukan dengan busana karya Angela Trihapsari yang bertema Sumba Summer.

"Kami ingin agar pemakai busana kami tidak hanya merasa bangga terhadap budaya Indonesia, tetapi juga terhadap kontribusi mereka dalam budaya keberlanjutan," ujar Angela  yang juga pendiri JS Cultura itu.

Angela menjelaskan bahwa busananya dirancang dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti tencel poplin, linen 100%, dan embroidery cotton, tanpa menggunakan plastik, termasuk dalam kemasannya.

"Saya juga akan mendaur ulang sisa bahan menjadi kreasi fesyen baru, sebagai bagian dari komitmen kami terhadap keberlanjutan," katanya lagi.

Melalui koleksi yang ditampilkan di Midaz Bali, Angela ingin menggabungkan budaya tradisional Indonesia dengan desain kontemporer yang dikerjakan secara berkelanjutan.

"Setiap helai koleksi ini terinspirasi oleh motif tradisional Sumba, dirancang dan dibuat untuk melestarikan serta mempromosikan warisan budaya Indonesia yang beragam," demikian Angela. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #botol kaca #perhiasan #desainer #fashion