RadarBuleleng.id - Puluhan ribu ekor tukik menetas dari penangkaran penyu yang dikelola Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Jembrana, Bali.
Kelompok tersebut memperkirakan tukik yang berhasil menetas mencapai 20 ribu ekor. Dengan jumlah tersebut, maka tingkat keberhasilan penetasan telur penyu mencapai 94 persen.
Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika Jaya mengatakan, selama tujuh bulan terakhir sudah ada 20 ribu butir lebih telur penyu menetas dari sarang semi alami yang dibuat kelompok.
Baca Juga: Terdampar di Pantai, Penyu Hijau Ditemukan Mati
Ia mencatat ada 800 sarang penyu yang berhasil diselamatkan dalam 7 bulan belakangan. Rata-rata setiap sarang terdapat 90 butir telur.
Dari 800 sarang tersebut, tinggal 270 sarang saja yang belum menetas. “Perkiraan sisa yang belum menetas ini bukan Agustus ini hingga September,” kata Anom, kemarin (5/8/2024).
Anom menjelaskan, Kurma Asih sebagai kelompok pelestari penyu membuat sarang buatan semi alami untuk telur penyu, sebagai salah satu cara menjaga kelestarian penyu.
Telur yang diperoleh dari penyisiran di pantai, dibawa ke penangkaran karena rentan dimakan predator atau dicuri manusia.
Akhirnya telur-telur itu dibawa ke penangkaran guna mencegah rusaknya telur penyu. Baik karena faktor alam, predator, maupun manusia.
“Sebagian sudah kami lepas. Sekarang masih menunggu yang lain untuk dilepas ke alam bebas,” ujarnya.
Baca Juga: Bak Penangkaran Penyu di Pantai Penimbangan Rusak Diterjang Gelombang
Lebih lanjut Anom mengatakan, belum lama ini seekor penyu ditemukan lemas di wilayah Desa Yeh Kuning, Jembrana.
Tim dokter hewan telah berusaha menyelamatkan penyu tersebut. Sayangnya penyu dalam kondisi sakit dan gagal diselamatkan.
Setelah dilakukan nekropsi atau pembedahan, diketahui bahwa penyu tersebut berusia sekitar 30 tahun.
Mirisnya lagi, penyu itu masih produktif bertelur. Buktinya saat pembedahan, tim medis menemukan 101 butir telur. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka PrasetyaSumber : Radar Bali