RadarBuleleng.id - Musim layangan memicu sejumlah masalah di Bali. Salah satunya helikopter yang jatuh gara-gara terlilit tali layangan di Pecatu, Badung.
Selain itu, layangan juga memicu gangguan listrik di Bali. Layangan tersangkut di jaringan listrik hingga memicu listrik putus.
Fenomena itu terjadi di Jembrana, Bali. Layang-layang menimpa kabel listrik hingga menyebabkan pemadaman listrik secara mendadak.
Baca Juga: Pamit Main Layangan di Pantai, Tiga Remaja Terseret Ombak, 2 Ditemukan Tewas, 1 Selamat
Fakta itu diungkapkan Manajer ULP PLN Negara, I Made Dwipayana. Menurutnya, PLN kini menaruh perhatian khusus pada musim layangan.
Menurutnya pada musim layangan, potensi gangguan akibat dari layang-layang cukup tinggi.
”Kalau laporan layang-layang yang menimpa kabel listrik banyak, tetapi tidak semua menyebab gangguan hingga pemadaman,” ujarnya.
Sejak musim layang-layang, pihaknya sudah menerima dua laporan gangguan listrik akibat layang -layang.
Diantaranya di wilayah Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan pada 1 Juni lalu. Peristiwa serupa juga terjadi di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, pada 5 Juni.
Gangguan terakhir, menyebabkan pemadaman listrik cukup luas. Selain di Kelurahan Sangkaragung, pemadaman juga terjadi di Desa Delodberawah, Desa Yeh Kuning, Desa Air Kuning, Desa Perancak, Kelurahan Loloan Timur, dan Loloan Barat.
Baca Juga: Helikopter Angkut WNA Jatuh di Bali. Diduga Terlilit Tali Layangan
Dwipayana mengatakan, pihaknya tidak melarang masyarakat bermain layang-layang. Namun alangkah baiknya bila masyarakat bermain layangan di tanah lapang, sehingga jauh dari instalasi listrik.
Apabila bermain layangan di dekat instalasi listrik, bukan hanya bisa menyebabkan jaringan listrik padam.
Ancaman yang lebih berat yakni bahaya yang timbul. Apabila tersangkut di kabel listrik, pemain layangan bisa saja ikut kena setrum melalui benang layangan, sehingga bisa membahayakan nyawa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya