Tak ada korban dalam kejadian di rumah milik Gusti Ngurah Arsa itu. Namun insiden itu membuat saksi yang sedang memberikan makan burung kaget.
Menurut informasi yang dihimpun, awalnya saksi Komang Indrawan yang rumahnya terletak disebelah barat lokasi kejadian sedang memberi makan burung merpati peliharaannya. Tiba-tiba saksi melihat kepulan asap.
Semula saksi mengira petani sedang membakar jerami karena lokasi kebakaran berada di sebelah persawahan.
Namun setelah didekati oleh saksi I Komang Indrawan, ternyata asap kepulan tersebut adalah kebakaran rumah kosong milik Gusti Ngurah Arsa.
Melihat hal tersebut saksi bersama tetangga dan warga sekitarnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun api semakin membesar dan melalap bangunan kosong yang di dalamnya berisi kayu bakar.
Selanjutnya saksi Wayan Gede Sandiarta menghubungi Damkar Gianyar. Menerima laporan, pada pukul 12.10 wita dua unit mobil Damkar Gianyar tiba di lokasi kejadian. Kemudian dibantu oleh warga sekitar pukul 12.30 wita api sudah bisa dipadamkan.
Barang-barang yang terbakar berupa bangunan gudang kosong bekas ternak babi ukuran 5x10 meter; kayu bakar, sabut kelapa dan pakaian bekas.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian material kurang lebih Rp 15 juta.
”Penyebab kebakaran diduga akibat percikan api dupa sehabis persembahyangan rahina kajeng kliwon,” ujar Kapolsek Blahbatuh Kompol Made Berata.
Langkah langkah kepolisian dengan mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah TKP serta membuat laporan. ***
Editor : Donny Tabelak