RadarBuleleng.id - Aksi yang dilakukan rombongan turis yang sedang berlibur di Bali ini benar-benar tidak terpuji. Mereka makan-makan di sebuah restoran, namun menolak bayar.
Peristiwa itu terjadi di sebuah restoran yang ada di kawasan Diamond Beach, Desa Pejukutan, Nusa Penida. Peristiwa itu juga terekam CCTV.
Pemilik restoran kemudian mengunggah rekaman CCTV itu karena kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh gerombolan turis tersebut.
Hal tidak mengenakkan itu dialami Jero Kadek Susiani,pada Minggu (18/8/2024) lalu.
Menurut Susiani, rombongan turis itu awalnya datang seperti pembeli pada umumnya. Mereka memesan berbagai makanan dan minuman.
Selama mereka berada di sana, beberapa turis juga sempat memesan minum tambahan. Total mereka berbelanja sebanyak Rp 1,2 juta.
”Tetapi setelah makan dan minuman habis, mereka malah komplain dengan mengatakan makanan tidak enak, minuman juga tidak enak. Ujung-ujungnya tidak mau bayar,” ungkapnya.
Para turis itu pun mengancam akan memberikan penilaian buruk di Google terhadap restoran tersebut. Rating yang buruk praktis akan membuat pengunjung lain takut berbelanja di sana.
Lantaran bersikeras tidak mau membayar, pihaknya akhirnya mengancam akan melapor ke pecalang Desa Pejukutan dan Polsek Nusa Penida.
Rombongan tersebut akhirnya mau membayar namun tetap mengancam akan memberikan penilaian buruk terhadap restoran tersebut.
“Kalau di awal mereka komplain makanan atau minuman nggak enak, kami akan ganti atau kami gratiskan. Tapi ini makanan sudah habis, baru bilang tidak enak. Untungnya ada di CCTV,” katanya.
Terkait hal itu, Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta mengatakan peristiwa itu tidak dilaporkan kepada polisi.
Meski begitu, pihaknya tetap mengatensi peristiwa tersebut. Sumerta meminta bagi pemilik restoran dan hotel agar menempatkan kamera pemantau CCTV di tempat usaha mereka.
Bila ada peristiwa serupa terjadi, dapat terdeteksi dan pihak kepolisian dapat bertindak cepat.
”Laporan memang tidak ada, tapi kami tetap atensi agar tidak ada kejadian serupa terulang,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya