TABANAN, radarbuleleng.id- Belum lama ini sebanyak empat orang pendaki yang tersesat di Gunung Batukaru berhasil ditemukan selamat oleh petugas gabungan.
Terbaru, kembali dilaporkan adanya pendaki yang tersesat di Gunung Batukaru. Pendaki yang tersesat tersebut adalah seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis bersama tiga orang putranya.
Berdasarkan informasi yang diterima Polsek Pupuan, pendakian yang dilakukan oleh WNA bernama Mrs. Sooman, 45, bersama tiga orang putranya Rafael, 12, Txibo, 14 dan Lucas, 17 pada Minggu (25/8) sekitar 10.00 wita.
Mrs. Sooman bersama tiga putranya naik mendaki ke Gunung Batukaru melalui Pura Malen Desa Pujungan, Pupuan yang diantar oleh driver I Gusti Ngurah Kusuma Putra, 32.
Kapolsek Pupuan AKP I Wayan Suardiba mengatakan, titik awal pendakian yang dilakukan WNA Prancis itu melalui jalur wilayah Desa Pujungan, Pupuan.
Saat akan mendaki WNA asal Prancis itu berencana turun lewat jalur pendakian wilayah Kecamatan Penebel.
Ia pun lantas menyuruh drivernya untuk menunggu di daerah Penebel, karena ia memprediksi turun sampai wilayah Penebel sekitar pukul 18.00 wita.
Namun sayangnya hingga Minggu malam sekitar pukul 22.00 wita, WNA tersebut belum juga kembali dan akhirnya driver melapor ke Polsek Penebel.
Esok harinya Senin (26/8) kemarin, sekitar pukul 09.00 wita, aparat kepolisian menerima informasi dari Bhabinsa Wangaya Gede, bahwa Mrs. Sooman telah tiba di Penebel bersama anaknya Rafael. Sedangkan dua anaknya Lucas dan Txibo masih terpisah tersesat.
Sekitar pukul 11.30 wita kembali didapat informasi bahwa Lucas berhasil turun di jalur pendakian di daerah Karyasari. Sementara Txibo putra kedua dari WNA itu masih dalam kondisi tersesat.
”Sampai saat ini putra kedua dari WNA itu masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan dan korban belum ditemukan," ungkapnya.
Dari laporkan, Mrs. Sooman bersama tiga putranya yang tersesat saat ketika melakukan pendakian di Gunung Batukaru.
Karena mereka ini melakukan pendakian tanpa didampingi jasa pemandu pendaki gunung.
”Kami menduga mereka (WNA) ini tersesat, karena tak tahu jalur pendakian. Apalagi tak membawa jasa pemandu gunung," pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak