MANGUPURA, radarbleleng.id-PT Angkasa Pura 1 akan mulai memberlakukan tarif parkir terbaru di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Tarif parkir terbaru tersebut dipastikan naik sejak tanggal 23 September 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan langsung oleh General Manager Angkasa Pura 1 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan di di Gedung Wisti Sabha, Tuban, Badung, Senin (9/9).
Dalam penjelasannya kepada awak media, tarif parkir sepeda motor atau roda dua yang sebelumnya Rp 4 ribu rupiah dari nol hingga 12 jam dan Rp 2 ribu untuk jam berikutnya akan naik menjadi Rp 5 ribu untuk nol hingga 12 jam dan penambahan Rp 3 ribu untuk jam berikutnya.
Sedangkan untuk denda kehilangan karcis parkir masih sama dengan sebelumnya yakni Rp 50 ribu
Lalu untuk kendaraan roda empat, jika sebelumnya Rp 10 ribu di bawah satu jam, dan penambahan Rp 5 ribu setiap jam berikutnya, akan naik menjadi Rp 12 ribu dan penambahan Rp 6 ribu setiap jam berikutnya.
Untuk denda karcis parkir harian masih sama dengan sebelumnya, yakni Rp100 ribu. Untuk parkir kendaraan roda 6, Rp15 ribu dan penambahan Rp 5 ribu di jam berikutnya, kini naik menjadi Rp16 ribu dan penambahan Rp 6 ribu di jam berikutnya.
Lalu untuk tarif parkir premium yang sebelumnya Rp 30 ribu kini naik menjadi Rp 40 ribu. Sedangkan tarif parkir premium Novotel masih sama dengan sebelumnya yakni Rp 60 ribu.
Menurut Handy, bahwa penyesuaian tarif parkir ini dilakukan karena untuk menyesuaikan dengan jumlah investasi yang telah dikeluarkan.
Dimana sekarang ini, Angkasa Pura 1 sudah melakukan penambahan sejumlah fasilitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Mulai dari area masuk yang sudah diperlebar, adanya penambahan tol gate, taman yang sudah dipercantik, hingga jembatan penyeberangan penumpang yang kini masih dalam proses penyelesaian.
”Terkait hal itu, mengingat investasi cukup banyak, kami diminta menghitung kembali biaya pokok terkait pelayanan yang diberikan kepada masyraakat. Tentunya dengan investasi yang cukup besar itu, fair dengan rencana biaya parkir yang ada. Penyesuaian ini semata-mata karena ada penambahan fasilitas di bandara I Gusti Ngurah Rai," katanya.
Selama ini juga ada perbaikan signifikan yang dilakukan di areal parkir.
Seperti pembanguan gedung parkir sepeda motor yang bisa menampung ribuan kendaraan.
Lalu ke depannya juga ada rencana lain terkait pengembangan di areal penerbangan internasional.
Akan ada penambahan perluasan area. Lalu ada juga penambahan area hijau, green house atau taman. Run way juga akan diperbaiki.
Dia mengatakan bahwa nilai investasi yang dikeluarkan sangatlah besar.
Sebelumnya menaikan tarif parkir ini, pihaknya sudah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan sejumlah pihak. Seperti pemerintah Kabupaten Badung dan juga Yayasan Lembaga Kosumen.
”Kami jelaskan ada fasilitas tambahan yang sudah kami siapkan yang tentunya juga menjadi pertimbangan. Akhirnya disetujui untuk penyesuaian," ujarnya.
Dia melanjutkan bahwa selama ini, penghasilan dari karcis parkir di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di angka Rp 8 miliar hingga Rp 12 juta per bulan.
Nilai ini juga akan dipakai untuk membayar serapan tenaga kerja di bidang parkiran, operasional dan juga pajak daerah, ke Pemerintah Kabupaten Badung.
”Perlu diingat ada retrbibusi yang kami harus serahkan ke Pemkab Badung. Itu bagian dari tanggung jawab kami juga terkait dukungan kepada pemerintah daerah.
Yang kedua terkait penyerapan tenaga kerja. Itu juga kami tarik yntuk bekerja di area khusus parkir di bandara. Kemudian, infrastruktur itu juga kami pastikan," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak