Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Penduduk Lansia di Bali Semakin Tinggi. Angkatan Kerja Semakin Berkurang

Marsellus Nabunome Pampur • Kamis, 12 September 2024 | 22:43 WIB

 

Ilustrasi lansia
Ilustrasi lansia

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Bali diprediksi akan semakin tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Fenomena itu akan menjadi tantangan bagi Bali, khususnya di bidang ekonomi. Sebab jumlah angkatan kerja semakin sedikit.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) menyebut angka lansia di Bali mencapai 13,97 persen dari total populasi.

Artinya dari 100 orang penduduk Bali, sebanyak 14 orang diantaranya sudah masuk usia lansia.

Angka itu jauh di atas angka ideal yang mencakup 10 persen dari populasi. Bahkan angka itu di atas rata-rata populasi lansia di Indonesia yang hanya 11,75 persen.

Hal itu praktis akan menjadi tantangan di bidang ekonomi. Sebab jumlah penduduk usia kerja akan semakin berkurang.

Masyarakat usia produktif juga harus meluangkan waktu lebih banyak, untuk menjaga kualitas hidup orang tua mereka.

Apabila jumlahnya terlalu besar, tak menutup kemungkinan jumlah warga non produktif akan semakin bertambah. Akibatnya makin banyak lansia terlantar yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki mengatakan, populasi lansia menjadi perhatian pemerintah.

Menurutnya angka populasi penduduk lansia tak bisa dihindarkan. Namun harus dijaga sebaik mungkin, agar tidak mengganggu rasio usia produktif.

Sebab penduduk lansia rata-rata tidak bekerja. Belum lagi angkatan kerja yang tidak mendapatkan kerja, serta usia anak yang belum boleh bekerja. 

Semakin banyak angka penduduk yang tidak produktif, maka akan berdampak buruk pada perekonomian. Bahkan kompetisi bisa makin ketat, karena pengusaha harus mendatangkan pekerja dari luar negeri agar tetap bisa berproduksi.

“Kita perlu mempersiapkan diri untuk memastikan lansia dapat berperan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek," katanya. 

Pihaknya akan menggelar pertemuan dengan United Nations Population Fund (UNFPA) untuk membahas kondisi tersebut. Sekaligus merumuskan kebijakan yang tepat.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi penuaan penduduk di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.

”Penuaan penduduk adalah tantangan kolektif yang harus dihadapi bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua pemangku kepentingan perlu bekerja sama untuk memastikan lansia dapat hidup sehat dan aman secara ekonomi,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #lansia #ekonomi #penduduk