AMLAPURA, radarbuleleng.id- Jelang hari raya Galungan, harga buah lokal mulai mengalami kenaikan. Di Pasar Amlapura barat, harga pisang jenis ketip terlihat paling tinggi.
Salah seorang pedagang pisang Ni Wayan Noviani mengaku, kenaikan harga buah pisang sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Namun kenaikannya bertahap.
”Tidak langsung naiknya. Tapi bertahap,” ujarnya ditemui Kamis (19/9).
Untuk jenis pisang ketip misalnya. Dari harga Rp 150 ribu untuk satu tandan dengan jumlah buah seratus buah, kini sudah berada di harga Rp 200 ribu.
Kenaikan juga terjadi untuk pisang jenis angsean. Dari yang sebelumnya di harga Rp 50 ribu kini naik menjadi Rp 70 ribu untuk satu tandan pisang.
”Paling dicari saat galungan dua pisang itu,” tuturnya.
Kenaikan dipicu bukan karena galungan saja, Noviani menyebut, kenaikan juga diakibatkan pasokan yang sedikit akibat petani mengalami gagal panen.
”Pasokannya sedikit, kebanyakan dari luar Bali. Seperti Sumbawa dan Jawa. Karena petani lokalnya banyak pisangnya yang rusak kena virus,” sebutnya.
Biasanya, permintaan buah pisang akan mengalami kenaikan h-3 jelang hari raya galungan.
”Biasanya kalo barangnya ada, tidak sampai segitu harganya. Kalaupun naik, tidak terlalu signifikan,” tukasnya.
Sementara itu, untuk jenis buah lainnya belum mengalami kenaikan. Kemungkinan akan naik tiga hari menjelang galungan.***
Editor : Donny Tabelak