Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kabar Gembira bagi Pasien, Tak Perlu ke Denpasar Pasang Ring Jantung dan Cek Pembuluh Darah, Bisa di RSUD Buleleng

Francelino Junior • Selasa, 24 September 2024 | 16:05 WIB
Salah satu pelayanan di cath lab RSUD Buleleng. Dengan lebih dekat, diharapkan pasien dari Bali utara tidak perlu berobat ke luar daerah maupun luar negeri.
Salah satu pelayanan di cath lab RSUD Buleleng. Dengan lebih dekat, diharapkan pasien dari Bali utara tidak perlu berobat ke luar daerah maupun luar negeri.

SINGARAJAradarbuleleng.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng kini memiliki Unit Pelayanan Otak dan Jantung.

Ini merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat Buleleng, agar tidak perlu berobat ke luar daerah lagi.

Cath Lab di RSUD Buleleng sudah diresmikan pada Selasa (7/5) lalu oleh Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.

Direktur RSUD Buleleng, Putu Arya Nugraha mengatakan bahwa adanya Cath Lab RSUD Buleleng atau disebut juga Ruang Brain and Heart Centre, setidaknya membuat pasien jantung dan otak dari Buleleng, bisa merasakan pelayanan kesehatan di wilayahnya sendiri.

Selama ini, memang kebanyakan masyarakat yang hendak berobat pasti mengupayakannya ke rumah sakit besar, yang ada di Ibu Kota Provinsi Bali itu. Meskipun harus merogoh kocek juga untuk biaya perjalanan.

Dengan memanfaatkan cath lab di RSUD Buleleng, Arya Nugraha menyebutkan bila persentase kesembuhan pasien bisa jauh meningkat.

Tentu ini juga sejalan prinsip medis, yakni dikerjakan apabila memberikan manfaat yang besar.

Ia mencontohkan seperti pasien yang sebelumnya lumpuh separuh, kemudian bisa pulih semua.

Juga pasien yang terkena serangan jantung atau jantung bengkak, dengan pemasangan ring jantung akan kembali normal tanpa gejala.

”Jadi ada loncatan yang sangat penting dan baik untuk kurangi tingkat kematian dan kesakitan, tingkat mortalitas dan morbiditas. Jadi yang lumpuh bisa sembuh, gagal jantung sehat,” ujarnya pada Senin (23/9).

Dilanjutkan lagi, bila secara teori medis, pasien yang bersifat gawat darurat harus segera ditangani, tergantung indikasinya.

Namun bila sifatnya terencana, tentu perawatan dan pelayanan yang dilakukan akan lebih baik dan optimal. Sehingga dalam satu hari, cath lab dapat melayani pasien sebanyak 3-4 kasus.

Katanya, cath lab memang tidak hanya bermanfaat untuk jantung dan otak saja. Layanan lain yang akan dikembangkan di sini adalah cuci darah hingga membantu menghilangkan penyumbatan pembuluh darah.

Contohnya, pembuluh darah tersumbat di kaki yang seharusnya ditangani dengan amputasi, kemudian menggunakan pelayanan di cath lab, akan membuat pasien tersebut tidak jadi diamputasi.

”Banyak sekali manfaat cath lab. Apalagi pasien stroke cukup tinggi, dalam sehari bisa 3-4 kasus. Ruang stroke dan jantung kami penuh, karena kami rujukannya di Bali utara,” sambungnya.

Secara perlahan, RSUD Buleleng mulai memenuhi permintaan pelayanan medis. Setidaknya dapat lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Apalagi dari Kementerian Kesehatan menyarankan agar Rumah Sakit Tipe B (RSUD Buleleng masuk tipe B), dapat memberikan layanan otak dan jantung.

Sehingga pemenuhan tenaga maupun staf medis pun sangat terus digencarkan. Juga dalam upaya membuat cath lab di RSUD Buleleng, dapat menjadi salah satu tujuan pasien, utamanya di Bali utara, dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

”Sekarang kalau punya di sini (di RSUD Buleleng), kenapa tidak di sini saja?” tutupnya.***

Editor : Donny Tabelak
#ring jantung #cuci darah #kementerian kesehatan #rsud buleleng