Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Berikut Harga Tiket Masuk DTW Taman Ayun

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Sabtu, 28 September 2024 | 00:25 WIB
Pesona DTW Taman Ayun yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.
Pesona DTW Taman Ayun yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

MANGUPURA, radarbuleleng.id –Bagi Anda yang belum pernah memasuki Pura Taman Ayun yang kini menjadi saksi sejarah dari Dinasti Kerajaan Mengwi atau Puri Ageng Mengwi, berikut harga tiket masuknya.

Untuk masuk ke DTW Taman Ayun, wisatawan mancanegara dikenakan tiket Rp 30 ribu/orang. Sedangkan wisatawan domestik dikenakan Rp15 ribu/orang.

Ketua Pengelola DTW Taman Ayun, Made Suandi turut menyampaikan sejumlah faktor yang dimiliki oleh DTW Taman Ayun hingga akhirnya menjadi warisan dunia.

"Pertama pelayannya yang ramah, kemudian manajemennya pasti dan pemiliknya pasti, keluarga Puri Ageng Mengwi. Sehingga pengelolaannya sudah pasti bagus," terangnya.

Selain itu juga dilihat dari kebersihan, perawatan DTW, sarana dan prasarana yang sudah lengkap, kontribusinya yang besar kepada masyarakat, hingga jumlah kunjungannya yang tergolong banyak.

Persyaratannya pun ketat, seperti wisatawan perempuan yang datang bulan tidak diperbolehkan masuk karena masih kawasan tempat suci.

Wisatawan yang berkunjung ke DTW Taman Ayun juga harus berpakaian sopan. Apabila ada yang mengenakan celana pendek, pihak DTW telah menyiapkan kain yang bisa digunakan secara gratis.

Ketika melangkahkan kaki ke DTW Taman Ayun, lanjutnya, wisatawan akan disuguhkan dengan candi bentar dan hamparan kolam yang diperkirakan seluas 2 hektar.

Semakin masuk ke dalam obyek, wisatawan akan disambut dengan air mancur dan hamparan halaman sebelum memasuki kawasan pura. Ada juga wantilan dengan patung ilustrasi sabung ayam.

"Karena masyarakat dulu mempunyai kesenangan untuk adu ayam. Dibikinkan arenanya itu wantilan tempat sabung ayam," jelasnya.

Semakin masuk ke dalam, akan ditemui bangunan balai kulkul dan jaba tengah yang biasanya tempat pementasan Barong Festival.

Rute wisatawan di DTW Taman Ayun yaitu mengelilingi tempat persembahyangan yang identik dengan pelinggih meru.

"Itu difoto oleh tamu karena senang melihat budayanya. Turun ke timur, ada teater atau museum yang menampilkan pertunjukan kegiatan setiap enam bulan sekali," kata Suandi.

Selama 15 menit penayangan dokumentasi di teater, wisatawan dapat mengetahui prosesi odalan di Pura Taman Ayun hingga acara-acara yang digelar di Pura Taman Ayun.

Seperti Barong Festival ataupun kegiatan dinner yang pernah digelar di sana.

Dalam satu hari, jumlah kunjungan di DTW Taman Ayun sudah mulai berangsur-angsur pulih setelah COVID-19.

Sampai bulan Juli dan Agustus ini, jumlah kunjungan sudah meningkat sampai 800 hingga 1.000 kunjungan untuk wisatawan mancanegara.

"Karena Taman Ayun itu mayoritas mancanegara. Mereka senang dengan obyek budaya dan ada sejarahnya. (Kunjungan, red) sudah meningkat 20 persenlah," ujarnya.

Kebanyakan wisatawan yang datang berasal dari negara Eropa, seperti Belanda, Jerman, Perancis, Italia, dan Spanyol.

"(Obyek, red) paling diminati itu halaman di tengah, di jaba utama. Karena ada meru-meru yang tersusun rapi. Yang paling disenangi, bentuk letak dan bangunannya asli, tidak ada perubahan," sambungnya.

Para wisatawan juga merasa nyaman dengan suasana di DTW Taman Ayun yang berbeda dengan di negaranya. Terlebih pelayanan yang diberikan juga ramah. 

Dipaparkannya terdapat 25 orang petugas yang bekerja di DTW Taman Ayun. Menariknya, semua petugas merupakan warga lokal di Desa Mengwi.

Bahkan ada dari masing-masing banjar dan tak mempekerjakan warga luar.

Untuk masuk ke DTW, wisatawan mancanegara dikenakan tiket Rp30 ribu/orang. Sedangkan wisatawan domestik dikenakan Rp15 ribu/orang.

"Tamu mancanegara tidak merasa keberatan, sudah cocok yang dia nikmati dengan biaya yang dia keluarkan. Yang penting dia nyaman ke obyek dan ada beda," terangnya.

Setelah berkeliling Taman Ayun, kebanyakan dari mereka mendokumentasikannya dan diperlihatkan kepada teman maupun keluarganya ketika pulang ke negara asal. Hal ini tentu menjadi nilai tambah untuk promosi DTW.

Dirinya pun berkomitmen untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, perlengkapan sarana dan prasarana, hingga pelayanannya.

"Itu yang menjadi kunci supaya tamu banyak ke Taman Ayun. Harapannya ke depan satu saja, COVID jangan datang lagi. Kalau COVID tidak datang lagi, tamu terutama mancanegara itu pasti ke sini," ujarnya. 

Lebih lanjut, DTW Taman Ayun dapat dikunjungi dari pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.

Puncak ramai kunjungannya yakni pada kisaran pukul 08.00 sampai 12.00 WITA. Kemudian ramai kembali pada pukul 16.00 WITA.***

Editor : Donny Tabelak
#pura taman ayun #tiket masuk #DTW Taman ayun #Puri Ageng Mengwi