Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Heboh, Wanita Target Operasi Digerebek BNN Saat Asyik Nyanyi Bareng Polisi di EC Karaoke

Andre Sulla • Kamis, 24 Oktober 2024 | 13:36 WIB
Seorang oknum polisi diciduk bersama seorang wanita yang diduga sebagai Bandar narkba di salah satu room araoke di EC Executive Karaoke, Jalan Imam Bonjol No.386, Pemecutan Klod, Denpasar Barat.
Seorang oknum polisi diciduk bersama seorang wanita yang diduga sebagai Bandar narkba di salah satu room araoke di EC Executive Karaoke, Jalan Imam Bonjol No.386, Pemecutan Klod, Denpasar Barat.

radarbuleleng.id - Seorang wanita inisial C, 26, yang merupakan Target Operasi (TO) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali diamankan.

Penangkapan ini berlangsung di dalam salah satu room, tempat hiburan malam yakni EC Executive Karaoke di Jalan Imam Bonjol No.386, Pemecutan Klod, Denpasar Barat.

Penggerebekan ini berlangsung pada Selasa 22 Oktober 2024 sekitar pukul 21.30.

Mirisnya, dari 12 pengunjung yang diamankan itu, salah satunya adalah anggota polisi aktif yang bertugas di lingkungan Polresta Denpasar berinisial I, 38.

Konfirmasi mengenai hal adanya penggerebekan ini, Kasi Humas BNNP Bali Made Dwi membenarkan.

Sayangnya ia tidak merinci terkait identitas balasan pengunjung yang diamankan di room EC karaoke, termasuk siapa oknum polisi itu, juga jumlah barang bukti hingga hasil pengembangan sementara.

Juru Bicara (Jubir) BNNP ini hanya menyatakan, dasarnya dari penggerebekan itu adalah informasi masyarakat, terkait seseorang diduga pengedar narkoba.

Lalu dibuntuti hingga akhirnya diamankan di tempat hiburan malam tersebut.

"Benar, kita amankan balasan orang ini. Kini masih dalam tahap pemeriksaan," ujarnya via pesan WhatsApp, Rabu (23/10).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengaku masih mengecek. "Saya cek dulu ya," pungkasnya.

Walaupun demikian, sejumlah sumber mengatakan, pergerebekan dari sejumlah petugas di tempat hiburan tersebut sangat amat silent.

Manajemen EC Karaoke bersama karyawan tak menyangka sejumlah pria berpakaian preman mengenakan masker itu ternyata pihak berwajib.

Awalnya dikira pengunjung sehingga mereka masuk dengan santai dan leluasa. Ternyata ada target yang berada di dalam salah satu dari sejumlah room karaoke.

"Ya, setelah penggerebekan, barulah kami sadar. Bapak-bapak itu merupakan pihak berwajib. Yang kurang lebih 12 orang tamu diamankan," beber sumber karyawan EC.

"Setelah penggerebekan, barulah petugas itu berkoordinasi dengan manajemen EC," beber sumber petugas EC Karaoke.

Karyawan tempat hiburan malam ini menyatakan, para petugas itu mengaku dari Tim Berantas BNNP Bali. 

Pun dikatakan, salah satu dari balasan pengunjung yang diamankan anggota polisi.

"Katanya, oknum polisi yang turut diamankan itu, merupakan personel di lingkungan Polresta Denpasar," ungkap sumber karyawan EC. 

Bahkan isu yang nerkembangan, tim menyita puluhan gram sabu, juga ratusan butir ekstasi dari salah seorang wanita (pengunjung) dalam salah satu room yang sudah dijadikan target dari luar.

"Ya, katanya pengembangan dari luar. Kebetulan di masuk di EC sehingga digerebek," tuturnya. 

Sedangkan, beberapa petugas di BNNP Bali membenarkan. Bahwa penggerebekan merupakan hasil pengembangan yang didapat dari Informasi Masyarakat.

Bahwa, seorang wanita cantik diduga sebagai bandar narkoba. 

Tim melakukan pengintaian di tempat tinggalnya, yaitu  apartemen di kawasan Kota Denpasar.

Kemudian membuntuti hingga ke EC Karaoke. Tak ingin kehilangan jejak, beberapa jam berselang sejumlah petugas ini langsung melakukan penggerebekan. 

"Ternyata, satu diantaranya oknum Polisi. Diduga kekasih dari wanita yang sudah dijadikan TO oleh tim," ujar sumber petugas.

Barang bukti juga disita dari dalam tas yang dibawa sang wanita itu. Kemudian dilakukan pengembangan di tempat tinggal 12 orang tamu EC itu. 

"Di dalam apartemen ditempati polisi itu, hanya ditemukan bong atau alat isap sabu," timpal sumber ini.

Ternyata apartemen oknum Personil Polresta Denpasar ini berdampingan dengan kamar wanita yang dimaksud. 

Pihak BNNP Bali menganalisa bahwa kuat dugaan 12 orang ini merupakan satu jaringan.

Karena itu, kini penyidik sementara dalami keterangan balasan pengunjung alias tamu EC Karaoke menyangkut jaringan. 

Dikatakan, sejauh ini belum ada penetapan tersangka. Karena dalam melakukan pengembangan Tindak Pidana Narkoba, membutuhkan waktu 3 kali 24 jam.

"Kabar yang beredar, hasil tes urine para tamu EC Karaoke ini diduga positif," tutupnya.***

Editor : Donny Tabelak
#EC Karaoke Digrebek #bnn prov bali #polresta denpasar #penggerebekan narkoba