radarbuleleng.id- Apes menimpa seorang premotor bernama Syamsul Arifin, 28. Dia menabrak pohon perindang jalan yang tumbang melintang ke badan Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Desa Penyaringan, Rabu (30/10).
Beruntung, korban selamat dan tidak mengalami luka serius. Pohon tumbang juga menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan nasional tersebut.
Tumbangnya pohon perindang jalan jenis mahoni berdiameter 40 sentimeter dan tinggi sekitar 5 meter, itu terjadi di Jalan Denpasar - Gilimanuk di wilayah Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, sekitar pukul 03.00 WITA.
”Saat kejadian, cuaca hujan deras disertai angin,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Jembrana I Nyoman Winata.
Pohon yang tumbang diduga karena cuaca yang ekstrim, hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang ke jalan.
Pria asal Jember yang tinggal di Ungasan, Badung, itu awalnya melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Korban saat itu hendak pulang kampung ke Jember, Jawa Timur.
Syamsul mengaku tidak melihat ada pohon tumbang karena pandangannya terhalang atau silau terhadap lampu truk yang datang dari arah berlawanan.
”Korban tidak melihat pohon tumbang ke jalan, sehingga korban menabrak pohon tersebut di tengah jalan," ungkapnya.
Beruntung korban hanya mengalami luka ringan dan motornya rusak ringan.
Pohon tumbang juga membuat kemacetan arus lalu lintas dari arah timur sekitar 300 meter.
Lalu lintas kembali normal setelah proses evakuasi pohon oleh tim reaksi cepat dari BPBD Jembrana, bersama warga dan kepolisian melakukan evakuasi pohon sekitar 30 menit.
Di tengah kondisi cuaca yang saat ini sudah memasuki musim hujan, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada dan hati-hati saat berkendara terutama pada saat hujan deras disertai angin kencang.
”Kami juga sudah lakukan mitigasi dengan memotong pohon yang mati dan memangkas yang terlalu rimbun agar ketika hujan dan angin tidak tumbang," ungkapnya.***
Editor : Donny Tabelak