radarbuleleng.id- Ribuan warga dari berbagai daerah di Bali memadati Catus Pata Kota Semarapura, Kamis (7/11) sejak pagi.
Mereka hadir untuk turut dalam prosesi macepuk (bertemu) Pralingga Ida Bhatara Pura Agung Kentel Bumi dan Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir di Catus Patas dan Melasti di Segara (pantai) Watu Klotok.
Ketua Umum Karya Pura Kentel Gumi, Cokorda Gede Brasika Putra menuturkan, macepuk atau bertemunya Ida Bhatara Lingsir Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir dan Ida Bhatara Lingsir Pura Agung Kentel Bumi di Catus Pata, serta Pura Manca Desa di wilayah Kecamatan Banjarangkan merupakan prosesi yang digelar setiap 10 tahun.
Ritual tersebut digelar serangkaian upacara Karya Agung Panyejeg Jagat Manca Desa, Tawur Panca Bali Krama, dan Ngusaba Jagat di Pura Agung Kentel Bumi.
”Upacara ini puncaknya berlangsung pada Purnama Kalima, Sabtu (16/11),” terangnya.
Ritual ini juga serangkaian upakara Tawur Tabuh Gentuh, Labuh Gentuh,Wanakertih, Segara Kertih dan Purnama Kelima di Pura Pasar Agung di Karangasem.
Ritual di kedua pura ini tertuang dalam Raja Purana Pura Agung Kentel Bumi dan Raja Purana Besakih Pasar Agung.
Disebutkan setiap 10 tahun sekali digelar upacara Penyagjag Jagat, Ngusaba Tawur Labuh Gentuh dan Panca Bali Krama.
”Iring-iringan dari Pura Kentel Bumi diikuti sebanyak 48 jempana. Sementara dari Pura Pasar Agung sebanyak 9 jempana,” bebernya.
Setelah mecepuk di Catus Pata Kota Semarapura, ribuan warga yang mengiringi Pralingga Ida Bhatara menuju ke Pantai Watu Klotok.
Tiba di Pantai Watu Klotok, dilangsungkan upacara Labuh Gentuh.
Selesai prosesi di Pantai Watu Klotok, Prelingga Ida Bhatara Pura Agung Kentel Gumi dan Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir diistanakan di Pura Agung Kentel Gumi.
Pralingga Ida Bhatara Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir kembali ke Karangasem pada, Jumat (8/11) pagi.***
Editor : Donny Tabelak