Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Selalu Berdoa dan Sesangi Guling, Pasutri Ini Dapat Hadiah Rumah di Jalan Sehat Bahagia Relawan De Gadjah

Francelino Junior • Selasa, 12 November 2024 | 15:39 WIB
Made Kariyani dan suaminya, Gede Setiawan bersama dengan De Gadjah, usai penyerahan kunci rumah secara simbolis. Ada cerita menarik dibalik hadiah tersebut, sebab pasutri itu sudah bernazar ngaturang.
Made Kariyani dan suaminya, Gede Setiawan bersama dengan De Gadjah, usai penyerahan kunci rumah secara simbolis. Ada cerita menarik dibalik hadiah tersebut, sebab pasutri itu sudah bernazar ngaturang.

SINGARAJA,radarbuleleng.id- Sekitar 25 ribu masyarakat Buleleng tumpah ruah dalam kegiatan Jalan Sehat Bahagia Relawan De Gadjah pada Minggu lalu (10/11) yang berpusat di Taman Kota Singaraja.

Dari puluhan ribu itu, ternyata Made Karyani, 55, warga Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng yang berhasil mendapatkan hadiah rumah.

Detik-detik pengundian hadiah utama rumah itu berlangsung menegangkan, sebab dari 25 ribu masyarakat yang hadir, ternyata selalu saja nomor yang keluar tidak memunculkan pemiliknya. Hasilnya, hingga 10 kali nomor undian dianggap hangus.

Hingga kemudian nomor undian P3819 atas nama Made Karyani asal RT 003, Banjar Dinas Dangin Margi, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng itu keluar.

Meski harus menunggu cukup lama, akhirnya muncul kehebohan di sisi kiri timur belakang.

Made Karyani dan Gede Setiawan pun langsung maju ke depan naik ke atas panggung, serta bersalaman dengan Pembina Relawan De Gadjah Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah yang sudah menunggu.

Meski sempat kikuk saat berada di atas panggung, Made Karyani dan Gede Setiawan kemudian diarahkan ke meja validasi, guna memeriksa nomor undian serta data yang dimasukkan saat pendaftaran melalui website.

Nomor undian itu pun akhirnya benar dan sah, sehingga Made Karyani secara resmi menerima hadiah 1 unit rumah, yang diberikan langsung oleh De Gadjah. 

Setiap maturan to pang wenten keajaiban tiyang bareng jalan santai. Mebakti setiap hari, sebelum berangkat. Yen tiyang maan, lakar maturan guling (Setiap sembahyang selalu minta keajaiban saat saya ikut jalan santai. Sembahyang setiap hari, sebelum berangkat juga. Kalau saya dapat, akan sembahyang guling),” ujar Kariyani.

Katanya, saat itu ia tetap setia menunggu meski sudah bosan menunggu di tengah ketidakpastian mendapatkan hadiah.

Apalagi untuk pengundian hadiah rumah, sampai 10 kali pengundian ulang, lantaran pemilik nomor undian tidak berada di lokasi.

”Saya bilang jangan dulu pulang, pasti keluar nomornya. Pas keluar, saya sempat lupa padahal tadi ingat,” lanjut Kariyani yang sudah datang ke Taman Kota Singaraja bersama keluarganya sejak pukul 16.30 Wita.

Hadiah rumah ini menjadi istimewa bagi Kariyani dan Setiawan. Sebab rumah yang dimiliki mereka di Desa Pemaron sudah terbakar pada tahun 2018 lalu.

Tak hanya rumah, usaha rumahan yang mereka jalani juga ikut terbakar habis.

Setiawan mengaku ia selalu berdoa dan meminta kepada alam semesta agar diberikan keajaiban, apalagi usai terkena musibah yang menghancurkannya.

”Memang Tuhan maha kuasa. Rumah saya tahun 2018 habis terbakar, saya tidur di tanah. Puji syukur sekali, saya berhak dapat rumah, doa saya terkabulkan,” jawab Setiawan menimpali istrinya.

Kini Kariyani dan Setiawan pun menunggu informasi lebih lanjut, mengenai hadiah rumah yang mereka dapatkan dari panitia. Jika sudah, Kariyani bersama suaminya akan segera pindah untuk menghabiskan masa tuanya.***

Editor : Donny Tabelak
#Hadiah Rumah #De Gadjah #jalan sehat #Taman Kota Singaraja