radarbuleleng.id- Calon Gubernur Bali, De Gajah secara legawa menerima keunggulan Wayan Koster dan Giri Prasta dalam perhitungan sementara Pilgub Bali.
Pada Rabu kemarin (27/11), saat ditanyai wartawan terkait nasib pembangunan Bandara Bali Utara ke depan, pihaknya mengaku tidak yakin.
Terkait hal ini, Presiden Direktur PT. BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo mengatakan bahwa rencana pembangunan bandara Bali Utara tak terkait dengan politik.
Hasil Pilgub Bali tak menentukan jadi atau tidaknya proyek tersebut. ”Tidak ada masalah, ini kan bukan program Gubernur, tapi program Presiden," katanya, Kamis (28/11).
Dia menegaskan, bahwa sejak awal pihaknya sudah menyampaikan ke publik melalui media, bahwa PT. BIBU Panji Sakti bukanlah produk politik.
Dengan kata lain, pengerjaan proyek bandara Bali Utara tak ditunggangi politik.
”Sejak awal kami katakan, BIBU bukan produk politik. Bandara Internasional Bali Utara ini adalah sebuah kebutuhan," tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya mantan gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyebut bahwa pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini seperti mimpi yang akhirnya terwujud.
Apalagi Presiden Prabowo jaga sudah memberikan sinyal bahwa pembangunan bandara tersebut akan segera terealisasi.
”Dulu ini mimpi untuk punya bandara di Buleleng. Sejak saya jadi Kapolda di Bali saya melihat apa yang akan terjadi di Bali jika pusat hanya di Bali Selatan. Bukan karena saya orang Buleleng, tapi ini akan membawa masalah besar ke depan. Bali pulaunya kecil, harus ada penyeimbangan ini, hanya dengan infrastruktur," ujar Mangku Pastika di Gianyar beberapa waktu lalu.
Dulu saat dirinya masih menjabat sebagai gubernur Bali, sudah ada study khusus yang dilakukan oleh ahli dari India terkait lokasi pembangunan bandara tersebut.
Sehingga akhirnya ditetapkan bahwa Kubutambahan Buleleng menjadi lokasi yang tepat. Pastika juga menegaskan bahwa orang Bali tak akan hanya menjadi penonton saja jika pembangunan ini terealisasi.
Pastika menegaskan, bahwa pariwisata Bali diperuntukan untuk orang Bali. Bukan untuk orang lain atau juga untuk investor.
Sehingga orang Bali menurut dia perlu dipersiapkan untuk menjadi pelaku dan penikmat utama dari pembangunan tersebut.
”Ada yang bilang orang Bali akan jadi penonton. Kata siapa? Mari kita persiapkan orangnya mulai hari ini. Jangan bengong. Kalau bengong, ya akan jadi penonton. Saya yakin kita orang bali pintar-pintar. Dan kita terkenal jujur. Masa kita tidak bisa mengelola itu," tegasnya.***
Editor : Donny Tabelak