Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Harga Daging Babi Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram, Peternak Babi di Bali Sumringah

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 7 Desember 2024 | 01:05 WIB

 

Babi siap potong yang ditimbang beratnya disalah satu peternak Babi di Tabanan. Peernak di Bali saat ini sumringah karena harga meroket.
Babi siap potong yang ditimbang beratnya disalah satu peternak Babi di Tabanan. Peernak di Bali saat ini sumringah karena harga meroket.

radarbuleleng.id- Para peternak babi di kabupaten Tabanan Bali sedang sumringh. Pasalnya, sudah sebulan lebih harga babi alami kenaikan cukup signifikan. 

Naiknya harga babi ditingkat peternak dipengaruhi oleh faktor pasokan Babi potong Bali yang menipis. Kemudian adanya permintaan pengiriman babi keluar Bali yang tinggi. 

Menurut Peternak Babi asal Desa Baru, Kecamatan Marga Tabanan I Ketut Jaya Ada, harga babi hidup siap potong ditingkat peternak sudah mencapai Rp 60 ribu perkilogram saat ini dari harga sebelumnya Rp 45 ribu.

Harga babi yang alami kenaikan ini sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. 

"Harga babi di kandang hidup Rp 60 ribu, sementara di pasar-pasar bisa menembus harga Rp 100 ribu perkilogram," ungkap pria yang sudah 10 tahun menjadi peternak Babi, Kamis kemarin (5/12).

Ia menjelaskan penyebab dari harga babi hidup siap potong alami kenaikan, disebabkan oleh menipis pasokan populasi babi ditingkat peternak di Bali.

Belum lagi ditambah dengan permintaan babi yang dikirim keluar Bali sangat tinggi.

Faktor lainnya banyak babi yang sakit, kemudian perkembangan genetika untuk penggemukan Babi sangat susah, karena pada bulan Agustus lalu dipengaruhi oleh perubahan iklim atau cuaca.

"Beberapa bulan yang lalu pula populasi babi Bali habis untuk persedian babi potong hari Raya Galungan dan Kuningan. Ini juga jadi penyebab harga babi naik," ucapnya. 

Saat ini diakuinya permintaan pengiriman Babi keluar Bali memang luar biasa meningkat.

Babi potong Bali dikirim ke daerah Kalimantan, Sulawesi Utara, Surabaya dan Jakarta. Setiap sekali pengiriman bisa diangka 3.500 ekor. 

"Jangankan Babi untuk kebutuhan dikirim keluar, untuk pasokan kebutuhan Babi lokal di Bali saja kami kekurangan," ungkap pria yang kini memelihara 250 ekor babi. 

Bahkan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2025, kebutuhan babi pihaknya prediksi akan tinggi.

Karena itu rutin setiap tahunnya terjadi. Maka nantinya harga babi siap potong pun pihaknya memperkirakan akan alami kenaikan. 

"Kami memprediksi jelang Natal dan Tahun Baru 2025 harga babi terus naik, bisa melebihi diatas Rp 60 ribu per kilogramnya nanti," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan Ni Made Murjani mengaku harga daging babi memang di sejumlah pasar telah menyentuh Rp 100 ribu perkilogramnya.

Itu setelah pihaknya lakukan pemantauan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru. Meski saat ini harga dari sejumlah kebutuhan pangan relatif terjangkau. 

"Harga babi saja yang naik begitu signifikan, karena pasokan babi yang menipis ditingkat peternak di Bali," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#peternak babi #Harga babi #natal dan tahun baru