Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Catat! Selain Bisa dapat Beasiswa, Warga Bali Bisa Belajar Fabrikasi

Marsellus Nabunome Pampur • Rabu, 18 Desember 2024 | 19:05 WIB
Proses kratif di laboratorium Fab Lab Jimbaran Hijau, Jimbaran Bali.
Proses kratif di laboratorium Fab Lab Jimbaran Hijau, Jimbaran Bali.

radarbuleleng.id- Sejak dicanangkannya Bali sebagai Fab Island pertama di dunia pada Oktober 2022 lalu, mendapat respon positif sejumlah pihak.

Kini, Fab Lab Bali di bawah naungan MDG (Meaningful Design Group) dan CAST (Culture Arts Science Technology) Foundation dibuka yang dibuka setahun kemudian pada Oktober 2023.

Hal ini menjadi angin segar bagi berkembangnya dunia fabrikasi digital di Bali. Apalagi Bali sebagai tujuan wisata juga tumbuh beriringan dengan industri kreatifnya.

Wan Zaleha Radzi, Founding Partner Cast Foundation di Jimbaran Hub, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Selasa kemarin (17/12) mengatakan, di Fab Lab Jimbaran Hub, orang bisa melakukan eksperimen dengan material alternatif.

Eksperimen dilakukan untuk mengurangi limbah, membuat prototipe solusi berkelanjutan, dan melatih generasi inovator dan pemecah masalah.

”Hal ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang memiliki ketahanan dan mampu regenerasi," kata wanita yang akrab disapa Zaleha ini.

Dia menjelaskan, Fab Lab Bali adalah laboratorium inovasi terbuka di Bali yang diperuntukkan bagi individu, komunitas, organisasi, dan perusahaan untuk mengusung merekomendasikan dan mengembangkan intervensi yang bermakna untuk memperkaya, memberdayakan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi regeneratif di Bali. 

Fab Lab Bali merupakan salah satu dari 1.750 Fab Lab dari jaringan Fab Lab di seluruh dunia yang berlokasi di lebih dari 100 negara.

Pada kesempatan yang sama, Tomas Diez, Founding Partner and Executive Director of The Fab City mengatakan, manfaat dari lab ini adalah untuk membantu masyarakat lokal menjadi lebih cerdas.

”Mampu memenuhi kebutuhan sendiri dengan menggunakan teknologi dan bukan hanya menjadi budak bagi teknologi," ujarnya.

Menariknya, saat ini Fab Lab Bali juga melaksanakan program Fab Academy dan di tahun 2025.

Fab Lab Bali menjadi satu-satunya Fab Lab di Indonesia yang melaksanakan program Fab Academy.

Fab Academy Bali menawarkan beasiswa hingga senilai 5.000 USD untuk inovator Bali.

Fab Academy di Bali masih membuka pendaftaran sampai dengan 25 Desember 2024 dan kelas akan dimulai pada 22 Januari 2025. 

Fab Lab Bali menawarkan beasiswa untuk mengikuti Fab Academy, sebuah program kursus all-in-one yang diajarkan oleh Prof. Neil Gershenfeld dari MIT, yang bernilai $5000 USD.

Beasiswa ini mencakup pendanaan mulai dari 75 persen hingga 100 persen biaya penuh.

Pengajuan beasiswa dapat diakses melalui link Beasiswa Fab Academy Bali.

Peserta harus memenuhi syarat mengajukan rencana proyek terkait air, energi terbarukan, inovasi material alternatif, pengelolaan sampah, remediasi laut atau pesisir, dan pelestarian teknologi tradisional.

Beasiswa penuh akan diprioritaskan bagi masyarakat lokal Bali yang memenuhi kriteria di atas, khususnya mereka yang berasal dari kelompok kurang mampu atau kurang terwakili. 

”Prioritas utama diberikan kepada masyarakat lokal Serangan, Bali, yang memiliki minat untuk mengembangkan proyek seperti yang telah disebutkan sebelumnya," pungkasnya.

Beasiswa ini merupakan inisiatif dari Meaningful Design Group dan juga CAST Foundation sebagai bagian dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih (Koalisi Bali ENB) 2045, yang di dalamnya juga ada anggota lain yaitu World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR), dan New Energy Nexus (NEX) Indonesia.***

Editor : Donny Tabelak
#teknologi #Fab Island Pertama Dunia #beasiswa