Oleh: I Putu Gede Handi Junio*
ECOTOURISM atau ekowisata adalah bentuk pariwisata yang berfokus pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan edukasi kepada wisatawan. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang ramah lingkungan, menghormati budaya setempat, serta memberikan kontribusi positif bagi konservasi alam dan kesejahteraan komunitas.
The International Ecotourism Society (TIES) tahun 2020 mendefinisikan bahwa ecotourism adalah perjalanan yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan alam, peninggalan budaya, serta mendukung kesejahteraan masyarakat lokal. Ecotourism mendorong pengalaman yang berfokus pada pendidikan dan mengurangi dampak negatif dari perjalanan pada lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan wisata dilakukan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem, seperti pengelolaan limbah yang baik, penggunaan energi terbarukan, dan perlindungan terhadap flora dan fauna setempat. Wisatawan diajak untuk belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal melalui pengalaman langsung, seperti kegiatan konservasi atau tour edukasi.
Masyarakat lokal terlibat aktif dalam pengelolaan wisata, seperti menjadi pemandu, pengelola akomodasi ramah lingkungan, atau penyedia produk dan layanan. Hasil dari ecotourism diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Ecotourism berperan penting dalam menciptakan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya, serta menjadi solusi atas tantangan pariwisata massal yang sering kali merusak lingkungan dan masyarakat lokal.
Bali Utara adalah sebuah wilayah yang kaya akan keindahan alam dan tradisi budaya, mulai menemukan panggung baru di dunia pariwisata modern melalui konsep eco-tourism. Dengan air terjun megah, taman laut yang memukau, serta hamparan sawah hijau yang menenangkan, Bali Utara menawarkan lebih dari sekadar destinasi wisata. Wilayah ini menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan budaya yang semakin relevan di tengah meningkatnya permintaan global akan pengalaman wisata berkelanjutan.
Ecotourism atau wisata berbasis keberlanjutan tidak hanya sekadar tren, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk menghadapi tantangan modern dalam pengelolaan pariwisata. Bali Utara yang sering dianggap sebagai “permata tersembunyi” Pulau Dewata, kini memanfaatkan potensinya untuk menawarkan pengalaman yang lebih autentik kepada wisatawan. Tidak seperti pariwisata massal yang seringkali merusak lingkungan, ecotourism di Bali Utara mengutamakan pelestarian alam sambil memberdayakan komunitas lokal.
Pemerintah memegang peranan penting dalam pengembangan dan keberhasilan eco-tourism, baik pada tingkat nasional maupun lokal. Sebagai pengatur kebijakan dan fasilitator, pemerintah bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang mendukung praktik wisata berkelanjutan, serta memastikan bahwa semua pemangku kepentingan terlibat dalam pelaksanaan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Beberapa hal penting yang dapat dilakukan pemerintah untuk mendukung ecotourism yaitu membuat kebijakan dan regulasi yang mendukung, mengembangkan infrastruktur yang ramah lingkungan, menyediakan dana dan dukungan untuk Pendidikan dan pelatihan, promosi dan pemasaran, serta monitoring dan evaluas.
Desa Pemuteran adalah salah satu kawasan di Kecamatan Gerokgak terkenal dengan taman bawah lautnya menjadi salah satu contoh sukses bagaimana pelestarian ekosistem laut melalui terumbu karang buatan justru menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Selain itu Desa Munduk adalah salah satu desa yang berada di pegunungan Buleleng, Bali dengan keindahan alam yang menakjubkan dan kekayaan alam yang dimanfaatkan penduduk sebagai sumber perekonomian di desa ini. Potensi alam yang dimiliki Desa Munduk dan sekitarnya menjadikan wilayah ini berpotensi menjadi icon pariwisata Bali Utara.
Perkembangan saat ini, banyak homestay, glamping, restaurant yang berada di Daerah Munduk. Di Kawasan di Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng satu satunya hotel bintang 5 adalah Elevate Bali. Hotel ini berdiri diatas ketinggian dengan pemandangan laut yang indah. Elevate Bali berdiri dengan konsep Tri Hita Karana yaitu hubungan yang harmonis dengan tuhan, manusia dan lingkungan dan telah bersertifikasi THK Awards. Dalam pengimplementasiannya, Elevate berfokus pada pemberdayaan alam dan masyarakat lokal. Salah satu contoh yaitu 90% karyawannya adalah penduduk Catur Desa ( Munduk, Gobleg, Gesing dan Umejero). Selain itu, supplier untuk mendukung operasional sangan dan pangan juga di datangkan dari masyarakat lokal.
Kegiatan atau activity untuk tamu juga memanfaatkan alam sekitar serta penduduk lokal seperti trekking, air terjun, wisata danau Tamblingan. Sehingga hal tersebut menciptakan keharmonisan sesuai dengan konsep Tri Hita Karana (THK) serta hal ini mendukung sebagai aksi nyata penerapan eco-tourism atau pariwisata berkelanjutan.
Peran ecotourism di Bali Utara bukan hanya sekedar menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi bagi masyarakat setempat. Banyak penduduk lokal yang sebelumnya bergantung pada sektor tradisional seperti pertanian kini mendapatkan peluang baru melalui pariwisata. Mereka menjadi pemandu wisata, membuka homestay, atau menjual produk lokal yang dikemas secara kreatif. Dengan demikian, ecotourism tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Namun implementasi ecotourism bukan tanpa tantangan, dalam prosesnya diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal untuk memastikan bahwa perkembangan pariwisata ini tetap berada dalam koridor keberlanjutan. Infrastruktur ramah lingkungan, regulasi yang ketat, dan edukasi bagi wisatawan maupun penduduk lokal menjadi elemen penting untuk menjaga Bali Utara tetap asri. Promosi yang menyoroti keunikan dan keotentikan Bali Utara sebagai destinasi ecotourism juga perlu diperkuat untuk menarik segmen wisatawan yang peduli terhadap lingkungan.
Di tengah dinamika industri pariwisata global, ecotourism di Bali Utara menjadi cerminan bagaimana sebuah destinasi dapat berkembang tanpa mengorbankan warisan alam dan budaya. Dengan pendekatan yang holistik, Bali Utara memiliki potensi besar untuk menjadi contoh global tentang bagaimana wisata modern dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Wisatawan yang datang ke Bali Utara tidak hanya membawa pulang kenangan indah, tetapi juga inspirasi tentang pentingnya menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Melalui eco-tourism, Bali Utara tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga sebuah gerakan yang menginspirasi dunia tentang harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Pulau Dewata kini tidak hanya menari dalam keindahan seni dan adat, tetapi juga dalam langkah-langkah kecil menuju keberlanjutan yang lebih besar. (*)
*) Penulis adalah Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya