Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bencana Longsor Marak. Pemerintah Sebut Dampak Alih Fungsi Lahan

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 21 Januari 2025 | 22:40 WIB
DAMPAK LONGSOR: Proses evakuasi korban yang terdampak longsor di Desa Ubung Kaja,  Denpasar.
DAMPAK LONGSOR: Proses evakuasi korban yang terdampak longsor di Desa Ubung Kaja, Denpasar.

RadarBuleleng.id - Musibah tanah longsor tengah marak terjadi di Bali. Bahkan musibah itu berujung pada korban jiwa.

Seperti yang terjadi di Klungkung pada Minggu (19/1/2025) malam, longsor menimpa sebuah pasraman yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia.

Longsor juga terjadi di Desa Ubung Kaja, Denpasar. Peristiwa itu mengakibatkan 5 orang meninggal dunia.

Pemerintah menduga maraknya musibah tanah longsor dipicu oleh alih fungsi lahan yang marak terjadi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) Bali, Nusakti Yasa Wedha mengatakan, maraknya longsor terjadi karena intensitas curah hujan tinggi yang meningkatkan volume air dalam tanah. 

Secara teori, curah hujan yang tinggi juga memicu pergerakan tanah sehingga menyebabkan longsor. 

Hal itu diperparah dengan maraknya alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan menyebabkan perubahan penggunaan lahan. Sehingga meningkatkan risiko longsor.

“Berkurangnya area resapan air otomatis meningkatkan risiko longsor," jelasnya.

Ditambah lagi maraknya pelanggaran tata ruang. Masyarakat memaksa membangun di kawasan yang tidak sesuai peruntukan.

Bahkan ada yang nekat menutup alur sungai termasuk mendirikan bangunan di area rawan longsor. Praktis hal itu memperparah dampak bencana alam. 

Menurut Nusakti, perlu pengendalian dalam pemanfaatan ruang dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

"Hal itu harus dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana," tegas Nusakti. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Alih Fungsi #bali #musibah #longsor #alih fungsi lahan #tanah longsor