Radarbuleleng.jawapos.com- Kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Klungkung ke Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai Kamis (23/1)-Sabtu (25/1) membuat heboh warga pengguna media sosial (medsos).
Bagaimana tidak? Kegiatan yang bertujuan mengetahui manajemen pengelolaan lingkungan, dalam hal ini penanganan sampah itu menghadirkan banyak pejabat yang dirasa tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan itu.
Dalam surat kunjungan kerja Pemkab Klungkung ke Pemerintah Kota Balikpapan, itu ditandatangani Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana tertanggal 14 Januari 2025 yang tersebar di medsos.
Dari surat itu, terpampang ada sekitar 50 orang yang turut dalam kegiatan tersebut.
Di antaranya Penjabat Bupati Klungkung, Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung, Penjabat Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Sekda Klungkung, staf ahli, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, kepala badan, kepala bagian, Kalaksa BPBD Klungkung, Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Ketua PHDI Klungkung, dan lainnya.
Selain itu, tidak hanya Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan, kegiatan itu juga diikuti sebagian besar kadis lainnya.
Seperti Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Kadisdukcapil, Kadisbud dan lainnya. Banyaknya peserta kegiatan tersebut membuat heboh warga pengguna medsos.
Menurut akun medsos dengan nama I Nengah Sumerta, Kamis (23/1) kemarin menulis bahwa, Sekda Klungkung tidak cermat dalam merancang kegiatan tersebut.
Itu lantaran Sekda Klungkung tidak hanya melibatkan instansi yang memiliki peran sentral dalam kegiatan tersebut, tetapi hampir seluruh pimpinan OPD.
“Masak semua kepala dinas diajak belajar sampah,” sebutnya.
Dia juga menyebut Pj Bupati Klungkung, Nyoman Jendrika gagal melanjutkan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang jelas-jelas telah menerima penghargaan.
Dan kini justru menghabiskan anggaran Pemkab Klungkung untuk belajar sampah ke daerah yang tidak ada prestasi dalam penanggulangan sampah.
”Klungkung adalah tempat belajar pengelolaan sampah. Dikunjungi puluhan pemkab dan provinsi di Indonesia. Yang jelas, saya tahu ini adalah pemborosan APBD yang asas manfaatnya hampir tidak ada,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana yang dikonfirmasi terpisah tidak menampik bila Pemkab Klungkung melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Balikpapan dan mengundang banyak pejabat.
Hanya saja, menurutnya tidak semua pihak yang diundang hadir dalam kegiatan tersebut. ”Namun tidak semua ikut,” jelasnya.***
Editor : Donny Tabelak