Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Terungkap, Mantan Bupati Jembrana dan Istrinya Tewas Dibunuh

Andre Sulla • Jumat, 31 Januari 2025 - 19:32 WIB
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Laurens Rajamangapul Haselo beri penjelasan terkait tewasnya mantan Bupati Jembrana Ida Bagus Ardana, 84, dan istrinya AA Sri Wulan Trisna, 64.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Laurens Rajamangapul Haselo beri penjelasan terkait tewasnya mantan Bupati Jembrana Ida Bagus Ardana, 84, dan istrinya AA Sri Wulan Trisna, 64.

Radarbuleleng.jawapos.com- Ada fakta baru di balik kematian mantan Bupati Jembrana Ida Bagus Ardana, 84, dan istrinya AA Sri Wulan Trisna, 64, yang ditemukan di rumahnya, kawasan Sesetan, Denpasar,  8 Agustus 2024 lalu.

Hasil otopsi menyatakan pasutri ini tewas dibunuh. Kepastian ini disampaikan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laurens Rajamangapul Haselo, Kamis (30/1) kemarin.

Dikatakan, berbagai rangkaian penyelidikan telah dilakukan secara maksimal.

Dan ditambah dengan hasil otopsi, Kompol Laurens Rajamangapul Haselo menyatakan bahwa keduanya tewas karena dibunuh.

"Ya pembunuhan. Hasil otopsi sudah jelas pembunuhan," ungkapnya.

Hasil Otopsi menunjukan Ida Bagus Ardana tewas akibat kekerasan benda tumpul, sedangkan Sri Wulan kekerasan benda tumpul dan dibekap oleh seseorang.

Siapa pelaku pembunuhan? Mantan Kasat Reskrim Polres badung ini belum bisa ditentukan secara pasti.

Begitu juga motif dibalik tindakan menghilangkan nyawa tersebut juga belum bisa dipastikan.

"Tentu kami tidak mau berspekulasi ataupun berandai-andai soal kedua korban dibunuh oleh orang terdekat atau orang lain," tuturnya.

Alasan dari masalah yang ada saat ini adalah kurangnya alat bukti yang mengarahkan ke pelaku.

Pun motifnya ini apakah masalah harta, atau mungkin masalah antara keluarga atau mungkin orang lain yang mungkin masuk ke dalam rumah, itu yang belum dapatkan karena semua berupa petunjuk.

Lebih lanjut dijelaskan, kesimpulan penyebab kematian dan siapa pembunuh pasutri masih berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ditemukan penyidik.

Sedangkan, petunjuk-petunjuk ini belum bisa dijadikan kekuatan sebagai barang bukti menentukan status seseorang jadi tersangka.

Menurut kacamata penyidik, perlu mengumpulkan petunjuk-petunjuk lain yang bisa dinaikkan menjadi dua alat bukti. "Karena itu, kami masih dalami,"pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ida Bagus Ardana dan istrinya A Sri Wulan Trisna ditemukan tak bernyawa di rumahnya, Lingkungan Karya Darma, Sesetan, Denpasar Selatan, 8 Agustus 2024.

Menantu korban awalnya hendak berkunjung ke rumah mereka. Tapi didapati pintu dalam keadaan dikunci dan pekarangan rumah banyak sampah, seperti tak pernah dibersihkan.

Saat memanjat tembok untuk masuk, ternyata sampai di teras tercium bau busuk. Sehingga, hal ini dilaporkan ke Kepala Lingkungan Karya Darma Putu Gede Igar Bramandika.

Saat dicek bersama-sama dengan membuka paksa pintu, tak disangka Ida Bagus Ardana didapati sudah tergeletak meninggal dunia di bagian dapur.

Sedangkan, sang istri ditemukan meninggal di dalam kamar. Mereka diduga meninggal tiga sampai lima hari sebelumnya.***

Editor : Donny Tabelak
#bupati jembrana #pembunuhan #polresta denpasar #otopsi