RadarBuleleng.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Pos Radar Bali ke-24 berlangsung dengan meriah, kemarin (11/2/2025) di Kantor Radar Bali, Jalan Hayam Wuruk 294 Denpasar.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan jajaran relasi Jawa Pos Radar Bali pun turut hadir dan memberikan doa yang terbaik untuk JPRB.
Wali Kota IGN Jaya Negara mengucapkan selamat HUT Radar Bali ke-24. Ia berharap Jawa Pos Radar Bali senantiasa menjadi media jembatan komunikasi dan informasi. Baik itu dari pemerintah maupun dari masyarakat.
"Agar apa yang menjadi pencapaian pembangunan Denpasar bisa terwujud dan sukses untuk Radar Bali," sambungnya.
Anggota DPRD Bali, I Made Rai Warsa meyakini media cetak Jawa Pos Radar Bali akan tetap eksis, kendati digitalisasi terus berkembang.
”Setiap zaman berbeda-beda. Saya yakin Radar Bali tidak akan mati,” terang pria asal Gianyar ini.
Dia meyakini jurnalisme akan tetap eksis. Sebab menjadi salah satu kebutuhan masyarakat.
Dengan keterlibatan jurnalis-jurnalis muda, dia meyakini jurnalisme akan terus berkembang. "Banyak saya lihat wajah baru-baru, muda-muda," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikpora Bali, Ngurah Pasek Wira Kusuma turut menyampaikannya kesan akan meriahnya HUT ke-24 ini.
Disdikpora Bali juga turut mengapresiasi kegiatan Kompetisi Jurnalistik 2025 yang digelar serangkaian HUT JPRB ke-24.
"Kami berpesan kegiatan tak hanya sampai di sini saja. Kami akan tetap berkolaborasi dan mengkomunikasikan dengan satuan pendidikan kedepannya," paparnya.
Ia juga berharap para guru, pengawas, maupun kepala sekolah dapat menuangkan pemikirannya tentang dunia pendidikan.
"Kami berharap ke depannya ada semacam MoU atau kerja sama. Dalam kerjasama ini, kami berharap tentunya apa yang nanti dituangkan dalam tulisan oleh guru, pengawas, dan kepala sekolah tadi, agar bisa dituangkan juga dan diterbitkan oleh Radar Bali," kata Pasek.
Wakil Direktur Jawa Pos Radar Bali, Ibnu Yunianto mengatakan, kompetisi jurnalistik sekaligus menjadi perhatian Radar Bali terhadap pendidikan. khususnya kemampuan literasi dan menuangkannya dalam tema yang telah ditentukan.
Dalam lomba tersebut, para peserta diajak mengeksplorasi tema 'Bijak Bermedia Sosial' dan ‘Menjaga Kualitas Pariwisata Bali.'
"Saya melihat hasil karya teman-teman dan ada satu hal yang membuat saya bangga, kepedulian sosial," ujarnya.
Selama kompetisi ini, tercatat sebanyak 160 siswa berpartisipasi dan 111 karya telah dikumpulkan.
Dari karya-karya tersebut, dewan juri memilih masing–masing empat orang pemenang pada Kategori Hard News dan empat orang pada Kategori Feature.
Juara 1 untuk Kategori Hard News diraih oleh Ayu Nur Aini dari MAN 3 Jembrana. Juara 2 Made Chaitanaya Puterining Dias dari SMAN 3 Denpasar; Juara 3 Komang Jennifer Candra Dewi dari SMAN 1 Kuta; dan Juara Harapan Anak Agung Istri Sri Kayana Dewi dari SMAK Santo Yoseph.
Kemudian pada Kategori Feature, Juara 1 berhasil diraih oleh Ni Putu Adhia Widara dari SMAN 1 Pupuan. Juara 2 Ni Putu Sinta Suwersiana dari SMAN 2 Semarapura, Juara 3 Keshia Valerine Raharja dari SMAK Santo Yoseph, dan Juara Harapan Ni Luh Putu Novelinda Melani Putri dari SMAN 1 Seririt.
Peraih Juara 1 Kategori Hard News, Ayu Nur Aini dari MAN 3 Jembrana mengaku sangat senang atas capaiannya. Ia mengaku tidak berekspektasi tinggi, karena baru pertama kali berkompetisi.
"Ini pengalaman pertama (ikut kompetisi jurnalistik, red), tapi tiba-tiba dipanggil dan dapat juara. Wah, senang banget," ungkapnya.
Berawal dari mengikuti pelatihan jurnalistik, Ayu mendapatkan banyak pengalaman baru dan teman-teman baru.
Perjalanannya untuk menyiapkan bahan lomba pun tak mudah. Karena menurutnya sulit untuk membuka rahasia pengepul yang menjual kelapa muda ke daerah Denpasar.
Hal serupa disampaikan Ni Putu Adhia Widara dari SMAN 1 Pupuan yang berhasil menyabet Juara 1 Kategori Feature.
Terlebih keduanya sama-sama baru pertama kali mengikuti kompetisi jurnalistik. Diakuinya ia mengikuti kompetisi ini karena diminta oleh sang ibu. Dalam kompetisi, Adhia mengangkat tentang isu bijak bermedia sosial.
"Setelah itu langsung ikut karena penasaran sama lombanya. Mungkin kesulitan yang ditemukan itu waktu menggabungkan atau menghubungkan dari 5W+1H-nya itu dalam pembuatan cerita," ungkapnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya