RadarBuleleng.id - Maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi kapling perumahan di Kabupaten Tabanan, membuat warga resah.
Seperti warga yang mukim di wewidangan Banjar Adat Cengolo, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan.
Krama adat mulai resah, karena alih fungsi lahan pertanian di sekitar wewidangan mereka sudah terjadi secara masif.
Kelian Banjar Adat Cengolo, I Ketut Weda mengungkapkan berbagai alasan untuk menolak rencana alih fungsi lahan pertanian menjadi kaplingan perumahan.
Alasannya, sejak lima tahun belakangan, lahan pertanian di wilayahnya mengalami krisis air. Sementara air juga sangat diperlukan bagi ritual masyarakat.
Contohnya di Pura Beji. Lokasi itu menjadi tempat melukat bagi krama desa adat dan tempat nunas toya penembak untuk berbagai ritual adat.
Baca Juga: DPRD Bali Desak Evaluasi Sistem Bali Sebut Sistem OSS. Picu Alih Fungsi Lahan di Bali
Ada juga Pura Beji Madya yang digunakan sebagai lokasi melukat untuk kegiatan upacara potong gigi.
Selanjutnya menjaga kawasan suci Pura Beji Sudamala, Pura Beji Dedari dan Pura Beji Kelod.
Dengan kondisi seperti itu, mereka meyakini alih fungsi lahan menjadi ancaman serius terhadap kelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan berbagai pertimbangan dan alasan itu kami telah mengambil kebijakan untuk menolak tegas alih fungsi lahan menjadi lahan pertanian menjadi kapling perumahan," ungkapnya.
Selain itu warga juga menolak perubahan alih fungsi lahan pertanian menjadi betonisasi. Belajar dari pengalaman, betonisasi itu akhirnya berdampak terhadap irigasi untuk pertanian.
"Ini kami cegah sedini mungkin, ini juga mengamankan Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali," jelasnya.
Kebijakan ini telah disepakati oleh krama Banjar Adat Cengolo. Bahkan pararem sudah pihaknya buat.
"Kebijakan telah ditetapkan selanjutnya kami akan sosialisasi pada seluruh krama. Selain itu surat ini pula nantinya akan kami tujukan ke Bupati Tabanan," tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya