Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tak Terima Upah Harian Dipangkas, Sopir Angkutan Siswa Gratis Datangi Dishub Gianyar

Ida Bagus Indra Prasetia • Jumat, 14 Februari 2025 | 17:05 WIB
Para sopir angsis Gianyar saat mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Gianyar.
Para sopir angsis Gianyar saat mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Gianyar.

GIANYARRadarbuleleng.jawapos.com- Sopir angkutan siswa (angsis) gratis dibuat bingung dengan kebijakan baru.

Para sopir yang bertugas antar jemput siswa SMP se-Gianyar itu biasanya menerima upah harian Rp 320 ribu.

Namun, kebijakan baru membuat upah mereka dipangkas menjadi Rp 280 ribu sehari.

Atas pemangkasan tersebut, puluhan sopir angsis ini meluruk kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar pada Kamis (13/2).

Salah satu sopir Wayan Artana mempertanyakan penurunan upah mereka.

”Pendapatan turun dibandingkan tahun 2024. Sekarang dua kali, tapi pendapatan turun,” ujar sopir trayek SMPN 3 Tampaksiring ini.

Dikatakan bahwa dulu, trip antar jemput siswa dari lingkungan desa hingga ke sekolah mencapai dua kali. ”Dulu trayek dua kali, pagi dan siang, sekarang tetap double trip tapi pendapatan menurun,” keluhnya.

Kata dia, dulu dengan pendapatan Rp 320 ribu, merupakan pendapatan kotor. Sebab, harus dipotong pembelian bensin dan lain sebagainya.

Hal ini kemudian dipertanyakan oleh para sopir ke kantor Dishub. Para sopir ini langsung diterima oleh Kepala Dishub Gianyar I Made Arianta.

Kepada wartawan, kedatangan sopir ini untuk audiensi. ”Kami mencoba menselaraskan upah yang lebih seimbang antara trayek pagi dan pagi-sore,” ujar Arianta.

Diakui, selama ini, ada sopir yang mengantar pagi saja dengan upah Rp 140-170 ribu sehari. Ada sopir yang mengantarkan pagi dan sore dengan upah Rp 320 ribu.

”Pada 2025, kami rancang agar kesenjangan antara upah (sopir pagi dan sopir pagi-sore, red) tidak terlalu besar,” jelasnya.

Menurut Arianta, perumusan upah sopir angsis kini dihitung per sesi dengan menggunakan Beban Operasional Kendaraan (BOK).

”Dalam penghitungan baru, instrumen gaji termasuk biaya investasi kendaraan, pajak Samsat, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta biaya servis sparepart,” jelasnya.

Kata dia, saat ini, meskipun ada pemotongan, sopir tetap bisa mendapatkan upah yang sebanding dengan beban biaya yang mereka tanggung.

Lebih lanjut, Arianta menjelaskan bahwa program angsis ini pada 2025 telah melayani 27 SMP negeri dengan 181 trayek di seluruh Gianyar.***

Editor : Donny Tabelak
#dinas perhubungan #pemangkasan anggaran #Sopir Angkutan Siswa Gratis