Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pelaku Pembunuhan Sadis di Jalan Nangka Benar-benar Licin Bak Belut, Hingga Kini Tak Tersentuh Polisi

Andre Sulla • Senin, 17 Februari 2025 | 14:01 WIB
Terduga pelaku pembunuhan sadis di Jalan Nangka yang diketahui inisial BP, 38, hingga kini belum juga tersentuh polisi. Dia benar-benar licin bak belut kecemplung oli.
Terduga pelaku pembunuhan sadis di Jalan Nangka yang diketahui inisial BP, 38, hingga kini belum juga tersentuh polisi. Dia benar-benar licin bak belut kecemplung oli.

DENPASAR, Radarbuleleng.jawapos.com- Terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap I Kadek Parwata, 31, di depan Toko Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, pada Kamis lalu (13/2) sekitar pukul 01.30 benar-benar licin bak belut kecemplung oli.

Hingga kini, terduga pelaku yang diketahui inisial BP, 38, licik, belum tersentuh polisi.

Polisi pun dibuat kesulitan. Bahkan, polisi mengancam jika pelaku persulit penyelidikan ia bakal ditembak. Apalagi jika melakukan perlawanan saat ditangkap. 

Rupanya lelaki inisial BP, 38, ini tahu bakal dikejar ke rumah di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam pelarian, dia mengelabui tim gabungan dengan bersembunyi di tempat lebih aman. Sehingga polisi hingga kini tak kunjung menangkapnya. 

Informasi dihimpun, tim gabungan Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Ditreskrimum Polda Bali, bersama kepolisian Banyuwangi sementara melakukan penyisiran di wilayah Banyuwangi yang dijadikan tempat persembunyiannya.

Sebab, pria yang berprofesi sebagai pedagang ikan di Pulau Serangan itu tak ada di kediamannya di kawasan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.

Keluarga Terduga Pelaku Sebut BP Tak Sempat Pulang ke Rumah di Banyuwangi

Keluarga terduga pelaku ini mengaku terkejut ketika didatangi tim gabungan. Bahkan pelaku yang dikenal sopan oleh keluarga jarang berkomunikasi belakangan ini. 

"Keluarga klaim terduga pelaku tidak ada di kediaman. Bahkan nomor teleponnya sudah tidak bisa dihubungi," beber sumber petugas.

Pun dikatakan, terduga pelaku sudah hampir dua minggu sebelum kejadian, sama sekali tidak memberitahukan kabar, baik via telepon maupun pesan WhatsApp.  

Walaupun pengakuan keluarga seperti itu, tim gabungan berjumlah kurang lebih delapan orang ini terus melakukan penyelidikan, karena kuat dugaan yang bersangkutan sembunyi di kawasan Banyuwangi.

Bahkan dikatakan, tim bakal memberikan tindakan tegas dan terukur saat melakukan penangkapan.

"Jika melawan dan berusaha kabur saat diamankan, terpaksa kakinya dilumpuhkan," tegas sumber polisi sembari mengatakan, pengejaran pelaku masih dilakukan di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Terkait dengan ini, Polda Bali dan jajarannya, Polresta Denpasar juga Polsek Denut belum bisa berkomentar.

Walaupun demikian, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Tim gabungan sementara di lapangan masih melakukan penyelidikan," ucap Jubir Polda Bali.

Seperti berita sebelumnya, menurut saksi dan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan kerap berkeliaran di Pulau Serangan, Denpasar membeli ikan untuk keperluan jualan di pasar. Bahkan nomor HP yang bersangkutan telah dikantongi tim gabungan. 

Dari pelacakan GPS, diketahui bahwa dia telah kabur ke daratan jawa. Karena itu, tim gabungan telah menyeberang ke pulau jawa melakukan pengejaran. Tentu berkoordinasi juga dengan Kepolisian setempat. 

Walaupun demikian, orang yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan bapak dua anak (korban), merupakan pemilik akun tiktok yang akunnya bernama @maspras086.

Sebab, hasil analisa sementara, ciri-ciri pelaku mirip dengan pemilik akun tersebut. 

Bahkan beberapa postingan, baik jaket, pisau, dan sarung tangan mirip dengan terekam dalam CCTV.

Ada dua kejadian berlangsung di depan Toko Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, Kamis (13/2) sekitar pukul 01.30. 

Dalam rekaman CCTV,  awalnya pria bercadar ini  menabrak kaki Made Darma Wisasa, 19, yang saat itu, baru saja parkir motor dan melangkah ke dalam warung. Pelajar ini langsung dianiaya karena dituduh menyerempetnya di jalan.

Setelah dilerai oleh pemilik warung asal Sumenep yakni Ashuri, 39,  pelaku dan pelajar ini pergi meninggalkan TKP. Tak berselang lama, pria misterius ini kembali ke warung.

Disusul Kadek Parwata, 31, dan temannya untuk berbelanja. Belum sempat masuk ke dalam warung, Parwata dan temannya dicaci maki.

Kadek Parwata melangkah dan mendekat ke pria tersebut untuk menanyakan maksud ucapannya.

Cekcok pun tak terhindarkan. Secara tiba-tiba, dia mengeluarkan pisau dan menikamnya. Darah mengucur deras dari tubuh Kadek Parwata.

Temannya langsung memboncengkannya ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong akibat kehabisan darah.***

Editor : Donny Tabelak
#jalan nangka #polda bali #pembunuhan sadis